Home  / 
Greta Pontarelli, Nenek 67 Tahun Ini Juara Tari Tiang
Minggu, 31 Desember 2017 | 13:38:32
Umumnya kaum lansia tak diperbolehkan lagi banyak bergerak. Kondisi kesehatan dan menurunnya fungsi organ tubuh, kerap menjadi alasan larangan itu. Salah gerak sedikit saja, lansia bisa mengalami patah tulang atau tulang bergeser.

Tapi yang dilakukan lansia 67 tahun ini sungguh di luar kebiasaan. Saat kalangan sebayanya menghabiskan sebagian besar waktu di kursi roda, Greta Pontarelli, seperti dilansir dari laman Independent, malah aktif bergelayut di sebilah tiang, berayun, melipat tubuh, berputar, dan melakukan gerakan ekstrem lainnya.

Ya, Greta adalah lansia yang menekuni cabang olahraga Tari Tiang. Ia mulai aktif melakukan tarian itu saat berusia 59 tahun. Bermula dari niat untuk mencegah osteoporosis, kini Greta menjadi seorang penari tiang profesional.

Berkat keahliannya, Greta berhasil keliling dunia, serta meraih sejumlah penghargaan.  Ia ingin membuktikan bahwa usia bukan halangan meraih impian.
"Saya selalu mendengar, saya terlalu tua, terlalu berat. Tapi itu semua hanya alasan," kata Greta.

Kisah luar biasa Greta sebagai penari tiang bermula delapan tahun lalu, ketika ia berusia 59 tahun. Kala itu, ia menjelajah internet untuk mencari informasi tentang cara memperkuat tulang belulangnya.

Greta lantas menemukan video di YouTube dan terpikat pada tari tiang. Namun, dia tidak tahu di mana kelas yang bisa mengajarkannya. Selang beberapa waktu, suatu hari ia menemukan sebuah selebaran yang menawarkan beberapa sesi studio tari tiang, di keset depan rumahnya. Ia kemudian mendaftar.
Seperti lazimnya para pemula yang menekuni bidang baru, Greta pun mengaku kesulitan. Di bulan-bulan pertama, ia hampir menyerah. Tapi berkat keuletan dan semangat, usahanya mulai menampakkan hasil. Di usia 62 tahun, Greta dipercaya untuk mengikuti kontes pertama. Ia bersaing dengan penari lainnya, yang masih berusia 18 tahun.

Tak disangka, Greta berhasil menyabet gelar juara. Sejak saat itu, ia kerap dicari banyak orang untuk berbagi kisah. "Saya merayakan kemenangan kecil itu untuk membantu memotivasi saya. Orang-orang terus mendatangi saya seolah saya adalah anomali, dan saya menyadari tidak ada orang lain dalam kelompok usia saya yang melakukan ini," kata Greta.

Greta kini berada di urutan kedua Kejuaraan Tari Amerika Utara, dan telah mengunjungi banyak negara untuk mengikuti kontes tari tiang. Hasilnya, lima gelar juara dunia ia kantongi.

"Saya juga terinspirasi oleh orang-orang yang lebih tua dari saya yang melakukan yoga atau berlari maraton," kata dia.

Dengan rasa optimis dan latihan sungguh-sungguh, Greta berhasil mematahkan anggapan 'usia adalah hambatan'. Khususnya di bidang tari tiang, Greta menebar inspirasi bahwa gelar juara juga bisa diraih oleh seorang lansia.

"Nah, di komunitas tari tiang, batasan itu sudah tidak ada lagi.  Bukan lagi hanya orang muda yang memenangkan kejuaraan. Hambatan bisa ditaklukkan dengan latihan yang terus-menerus sepanjang waktu," kata Greta. (Viva.co.id/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sepasang Remaja Pembuang Bayi di Grobogan Ditangkap Polisi
Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan Bekuk Tersangka Curanmor
Miliki Narkotika, Abang Adik Diciduk Polisi di Tempat Berbeda
Pesta Narkoba di Perbukitan Aido Sibolga, 2 Tersangka Diamankan
Selundupkan 3 Kg Sabu dari Malaysia, Warga Kepulauan Riau Ditangkap Polres Tanjungbalai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU