Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Perempuan Masa Kini Perlu Berpendidikan Tinggi, Ini Alasannya
Minggu, 13 Agustus 2017 | 19:51:07
Banyak persepsi yang muncul di masyarakat bahwa wanita tidak perlu sekolah tinggi karena nantinya bakal menjadi ibu rumah tangga yang harus mengurus anak dan suami. Padahal pendidikan tinggi bagi seorang wanita akan sangat berpengaruh untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas.

Pandangan dan penilaian negatif tentang pendidikan tinggi bagi wanita yang kemudian berakhir menjadi ibu rumah tangga inipun menjadi perdebatan di tengah masyarakat sosial. Menurut psikolog Ayoe Sutomo persepsi seperti itu adalah hal yang lumrah dan tak akan pernah berhenti mengingat manusia adalah makhluk sosial yang apapun dilakukannya akan selalu menjadi penilaian bagi orang lain.

"Emangnya jadi ibu rumah tangga kenapa? Kembali ke masing-masing individu bagaimana ia mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Jika memang pilihannya menjadi ibu rumah tangga yang benar-benar pure ibu rumah tangga yang tidak melakukan bisnis hanya mengurus anak, tentunya ibu yang rajin belajar dengan ibu yang malas belajar itu akan memiliki kualitas pengasuhan yang berbeda," tutur Ayoe saat dihubungi, Kamis (10/8).

Ayoe juga mengungkapkan bahwa wanita berpendidikan tinggi diasumsikan memiliki pandangan yang lebih luas tentang bagaimana mengasuh anak dan bagaimana memanfaatkan konsep pernikahan yang sifatnya baik.

"Kalau misalnya ada yang bilang sayang gelarnya, toh nanti pasti ada juga yang bilang ih ngurusin kerjaan mulu anaknya nggak diurus suaminya kapan diurus itu nggak akan selesai-selesai. Jadi balik lagi ke perempuan itu sendiri mau pilih yang mana tapi catatannya dia harus nyaman, dia harus bahagia dan itu merupakan pilihan dia," jelasnya.

Menjadi wanita karier ataupun menjadi ibu rumah tangga, kedua-duanya adalah hal positif. Hanya saja ketika memutuskan untuk menjadi wanita karier, ia harus siap dengan segala konsekuensi yang ada untuk bisa membagi waktunya dengan baik antara urusan pekerjaan dan mengurus buah hati.

"Jadi ketika memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga adalah asas dasar pilihannya, keinginannya, dan ia bahagia menjalani ini bukan karena suami nyuruh. Atau kata orangtua suami kalau kerja nggak bisa ngurus anak, akhirnya dia jadi ibu rumah tangga padahal sebenarnya ingin kerja. Itu nggak sehat dan merusak secara pribadi, secara psikologis rusak, merusak hubungan dengan pasangan dan dengan anak. Segala sesuatu yang didasari dengan unhappiness kan nggak enak," terang Ayoe.

Menurut psikolog yang juga presenter di salah satu acara televisi swasta ini wanita zaman sekarang seharusnya memiliki prinsip untuk tetap bersekolah setinggi mungkin. Karena pembelajaran yang didapat wanita saat menempuh pendidikan serta pola pandang atau cara berpikir saat bertemu dengan orang lain akan sangat membantu sekali untuk menciptakan generasi-generasi yang cerdas.

"Permasalahan ilmu itu kemudian akan diaplikasikan di dunia kerja atau dengan rela hati dan penuh kesenangan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga saja its okay. Toh ketika dia menjadi ibu rumah tangga itu menjadi suatu pekerjaan yang sangat mulia," ungkap Ayoe.

"Ketika dia mendedikasikan diri untuk menjadi seorang ibu yang bekerja hal itu akan bermanfaat bagi pekerjaannya dan dia dengan sadar harus pandai membagi waktu dengan keluarga. Yang penting dasarnya adalah pilihan itu dibuat dengan bahagia," pungkasnya. (Wolipop/f)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Start Impresif, MU Tak Over Pede
Rencana Pembelian Messi oleh City Bisa Mengguncang Bursa Transfer
Iniesta Bisa Saja Tinggalkan Barca
Ramos: Ada yang Tak Senang dengan Kesuksesan Madrid
Rooney Cetak Gol ke-200 di Premier League
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU