Home  / 
Anak Panti Asuhan Lebih Rentan Penyalah Guna Narkoba
Minggu, 30 September 2018 | 19:51:58
SIB/Dok
BANTUAN : Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima Pimpinan PA Terima Kasih Abadi Ketua Nasional Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Bishop Pdt Fasaaro Zendrato STh MPdK disaksikan Sekretaris Dra Nurhawati Simamora MSi, Pdt Binsar Manalu STh yang gembala di GBI, Bendahara Pdt Lucas Timotheus STh MA serta para pendoa dan donatur, Jumat (28/9).
Medan (SIB) -Ketua Nasional Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Bishop Pdt Fasa'aro Zendrato STh MPdK mengatakan, anak panti asuhan (PA) lebih rentan sebagai sasaran atau pelaku penyalah guna Narkoba. Alasannya, pada keumuman, warga PA apalagi yang usia remaja, cenderung mencari jati diri dengan melihat serta mencontoh orang di lingkungannya. "Itu sebabnya, orangtua asuh di PA, para pengelola PA, harus lebih ekstra memerhatikan warganya," tegasnya di PA Terima Kasih Abadi Jalan Pengayoman Medan - Jalan Danau Singkarak - Sei Agul Medan, Jumat (28/9), di jeda menerima pengurus Yayasan Sumatera Berdoa dipimpin ketuanya JA Ferdinandus, Sekretaris Dra Nurhawati Simamora MSi, Pdt Binsar Manalu STh yang gembala di GBI, Bendahara Pdt Lucas Timotheus STh MA serta para pendoa dan donatur.

Pdt Fasa'aro Zendrato menunjuk pada warga PA Terima Kasih Abadi yang dikelolanya, menampung 130-an orang dari anak usia prasekolah hingga SMA. Meski punya agenda ketat sepanjang hari, tapi tetap ada waktu berada di luar kompleks. Misalnya karena sekolah. "Apa saja bisa terjadi di luar kompleks PA. Mulai dari maraknya dunia digital seperti Warnet, Narkoba, pergaulan bebas dan lainnya yang sifatnya duniawi. Semua harus diproteksi," tambahnya.

Menurutnya, karena faktor keterbatasan pun bisa memungkinkan warga PA terseret ke pergaulan tidak positif produktif. Ia mencontohkan mengelola panti yang tiap bulan minimal mengeluarkan Rp40 juta untuk biaya makan. "Bila tidak ada, konsumsi asupan keseharian, berkurang. Anak yang lapar, tentu mencari di luar. 
Bila ada yang 'memangsa' maka terjeratlah. Itu yang harus diwaspadai..." ujarnya seperti bergumam pada dirinya sendiri. "Itulah sebabnya, saya berharap, para donatur... para penggiat, perhatikan warga di PA. Kalau soal moral dan iman, biar pengelola panti yang menangani," tegas Pdt Fasa'aro Zendrato.

Mengenai kebutuhan keseharian, ujarnya, pihaknya berterima kasih pada donatur. Ia mengapresiasi pengelola Yayasan Sumatera Berdoa yang rutin membantu PA di Sumatera. "Kami panjatkan doa kiranya Yayasan Sumatera Berdoa menjadi saluran berkat pada kami," ujarnya.

JA Ferdinandus mengatakan, pihaknya melakukan hal tersebut secara periodek ke PA tanpa memerhatikan latar belakang agama dan ras. "Tanggung jawab orang beriman adalah membantu sesama. Apalagi warga di PA," ujar mantan Ketua PGI WIl I Sumut - Aceh tersebut.

Sunat Massal
Di kesempatan itu Pdt Fasa'aro Zendrato menunjuk rutinitas anak binaannya memeriksakan kesehatan. Bahkan menjaga kebersihan. Mulai dari hal rutin hingga sunat.

Ia menunjuk pada PA Terima Kasih Abadi. Siapapun anggota panti yang ingin sunat, dipersilakannya. "Untuk kebersihan," jelasnya sambil menunjuk dokter spesialis yang datang dari GTDI Surabaya yang sedang melakukan sunat massal di kompleks PA Terima Kasih Abadi Medan. "Dokter ahli datang bersama Gembala Jemaat GTDI Surabaya Pdt Soegiyo yang Ketua GTDI Wil Jawa," jelas Pdt Fasa'aro Zendrato. (R10/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Akademisi dan Politisi Apresisasi Niat Presiden Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan
Rutan Labuhandeli Dituding Cemari Lingkungan
Gubsu Edy Rahmayadi Berharap Perbankan Tingkatkan Kredit Pertanian
Menyambut Wisatawan di Danau Toba
Seribuan Jamaah dari Tabagsel Doakan Kapoldasu
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU