Home  / 
Aparat Diminta Memotong Strategi Mafia Gunakan Anak di Bawah Umur Sebagai Trafficker Narkoba
Minggu, 16 September 2018 | 22:17:42
SIB/Dok
GERAKAN ANTI-NARKOBA: Waka Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli, Ridwan Manurung dari Kesbangpolsu, Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung serta tokoh masyarakat dalam kegiatan Anti-Narkoba di Tapteng, Rabu (29/8).
Medan (SIB) -Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut Nezar Djoeli meminta aparat 'memotong' strategi mafia yang merekrut anak di bawah umur sebagai trafficker (pengedar) minimal melibatkan generasi muda sebagai jaringan dalam peredaran gelap Narkoba. Dari perspektif hukum, lanjutnya, bila anak di bawah umur tersangkut persoalan hukum, maka vonis hukuman lebih rendah. "Dengan 'memotong' strategi mafia Narkoba, selain upaya sterilisasi generasi muda dari permainan Narkoba, juga memberangus praktik yang merusak generasi muda," tegas Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut itu di jeda menyosialisasikan Perdasu Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba yang sudah difinalisasikan DPRDSU, Jumat (14/9).

Menurutnya, ragam cara digunakan mafia tersebut dalam memuluskan bisnis yang bertentangan dengan hukum. Ia mengusulkan langkah bersama dengan melibatkan semua pihak. Yang diprioritaskan adalah melindungi anak-anak dan remaja dari pusaran tak baik tersebut. "Yang utama adalah keluarga karena anak-anak dan remaja pasti berada dalam keluarga. Keluarga harus memastikan anaknya berada dalam lingkungan sehat," tambah Nezar Djoeli.

Menurutnya, celah hukum pemain peredaran gelap Narkoba, sudah tertutup. Itulah sebabnya merekrut anak usia di bawah umur yang oleh hukum 'dapat keringanan'. "Bila semua komponen masyarakat berperan, diyakini upaya memberangus peredaran gelap Narkoba dapat hasil yang maksimal," harapnya.

Ia mengatakan, legislatif menggandeng semua pihak dalam upaya memberangus praktik peredaran gelap Narkoba di masyarakat. Sesuai data, angka pengguna Narkoba dan kasus hukum terkait barang haram tersebut, meningkat drastis.

Mengenai sosialisasi Perdasu Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba, lanjutnya, pihaknya safari ke seluruh kabupaten kota di Sumut agar warga tahu tugas dan tanggung jawabnya. Ia menunjuk kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (29/8). Menurutnya, dalam pertemuan tersebut Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menaruh perhatian sangat maksimal dalam upaya pemberantasan tersebut.

Di kegiatan dimaksud hadir Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung, Ridwan Manurung SH MSi dari Kesbangpol Sumut serta tokoh dan pimpinan organisasi agama. "Maksudnya, semua sisi kehidupan ikut terlibat dalam upaya membersihkan Narkoba dari kehidupan masyarakat," tutup Nezar Djoeli.

Ridwan Manurung menambahkan, Pemprovsu mendorong generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan memberantas peredaran gelap Narkoba. Ia mengapresiasi semakin banyaknya relawan anti-Narkoba, baik dari unsur pribadi maupun institusi. 

Ia pun menunjuk sejumlah pusat rehabilitasi kecanduan Narkoba yang dikelola pihak swasta. "Itu artinya, semua komponen masyarakat bersama-sama melakukan aksi hingga hasilnya lebih maksimal," tutup Ridwan Manurung. (R10/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Babinsa Agara Bantu Petani Panen Padi
Tambal Sulam Hotmix Dinas Bina Marga Sumut Resahkan Pengendara di Jalinsum Langkat
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam
KPAI Minta Pelaku Kekerasan Seksual 4 Siswi SD di Langkat Ditangkap
Jalan Antar Kecamatan di Karo Rusak Berat dan Butuh Perbaikan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU