Home  / 
Remaja Sehat Terbebas dari Seksualitas Dini
Minggu, 5 Agustus 2018 | 19:47:10
SIB/Dok
PLAKAT: Kepala SMA St Thomas 1 Medan Sr Agnes Saragih SPd MPd SFD menyerahkan plakat penghargaan pada pemateri dan para ahli dalam MOS disaksikan Ketua Panitia Diaman Saragih SH, Rista Marbun, Wenny Tampubolon, Pembina OSIS/ Kesiswaan Limjan Silalahi serta Sabar Sitohang di Medan Jumat, (27/7).
Medan (SIB) -Kepala SMA St Thomas 1 Medan Sr Agnes Saragih SPd MPd SFD mengatakan, masa remaja adalah masa paling indah tetapi juga sebagai fase yang menentukan. "Apakah kelak menjadi manusia Indonesia seutuhnya atau bakal menjadi 'sampah' sosial. Karenanya, pergunakan masa remaja untuk mengukir masa depan kehidupan yang baik," ujarnya di hadapan seluruh pelajar di kompleks sekolah di Jalan S Parman Medan, Jumat, (27/7).

Saat menutup Masa Orientasi Sekolah (MOS) Sr Agnes Saragih mengatakan, jangan sampai karena fokus pada kebahagiaan, siswa dapat informasi yang keliru dari sumber yang tidak bisa dipercaya. Menurutnya, kemudahan informasi di dunia maya tak seluruhnya benar bahkan ada yang punya tendensi menyesatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menunjuk ragam upaya dalam mengisi kualitas siswa yang kini fokus pada character building. "Menjadi manusia Indonesia seutuhnya versi SMA St Thomas 1 adalah unggul dari sisi moral dan religi. Seluruh agama dan kepercayaan yang ada, dengan muaranya mengawal pribadi untuk menjadi terbaik, adalah baik. Itu yang terpenting," tegas Sr Agnes Saragih.

Dalam kegiatan yang mengundang pembicara ahli dari instansi terkait pun disinggung tentang seksualitas remaja. Organisasiawan Maniur Rumapea menunjuk masalah klasik yakni tentang seksualitas remaja sebab dalam usia adolescent kerap berhadap-hadapan dengan persoalan tersebut. "Remaja harus ingat triad genre, yaitu no free sex, no HIV/AIDS, dan No pernikahan dini," kata pria yang menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum tersebut.

Menurutnya, selain sehat remaja juga harus bahagia. Sebelum masuk ke bahagia dimaksud, ujar Maniur Rumapea, pahami bagaimana bahagia yang sebenarnya. "Narkoba, seks di usia muda itu adalah kebahagiaan semu. Jangan sekali-kali ingin mencobanya," tambahnya.

Dalam MOS itu dibuka diskusi panjang tentang persolan remaja seperti Narkoba dan seks oleh para ahli. Mulai dari BNN dan dokter ahli.

Ketua Panitia Diaman Saragih SH melaporkan, kegiatan diadakan tiga hari dengan fokus siswa baru tapi dalam kaitan penambahan ilmu melibatkan seluruh siswa. "Remaja perlu pemahaman persoalan sekitarnya," ujarnya didampingi Sekretaris Dra Rista Marbun, Bendahara Wenny R Tampubolon SPd, Pembina OSIS/Kesiswaan Limjan Silalahi serta Penjab Materi Drs Sabar Sitohang MP serta para pemateri yang spesialis di bidangnya.

Pembina OSIS/Kesiswaan Limjan Silalahi menambahkan, MOS 2018 berbeda dengan yang lewat. Pendekatan yang dilakukan dalam maksud pengenalan lingkungan sekolah, mewajibkan seluruh peserta mengenal para seniorennya termasuk untuk peningkatan kualitas ekstrakurikuler yang diinginkan. "Itulah sebabnya dilakukan dengan pendekatan entertainment seperti ngeband dan menampilkan seluruh kemahiran dalam kesenian dan budaya," ujar pria yang mahir bermain ragam musik etnik tersebut. (R10/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU