Home  / 
Meningkatkan Kualitas Integritas dari Asrama Siswa
Minggu, 8 Juli 2018 | 19:04:10
Yogyakarta (SIB) -Menjelang ke tahun ajaran baru, siswa memilih institusi pendidikan sesuai dengan kemampuan yang disetarakan dengan bakat. Tidak jarang peserta didik memilih masuk asrama, yang dengan harapan mendapat pendidikan menyeluruh dan terarah. Mulai dari pendidikan formal hingga yang menyangkut moral religius.

Seorang siswa yang mondok di asrama dan menimba ilmu di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta mengatakan, pilihan masuk ke asrama merupakan pilihan 'sulit' sebab harus meninggalkan 'dunia luar' dan beradaptasi dengan lingkungan baru dengan peraturan yang sama sekali beda dengan apa yang dijalankan selama ini. "Masuk asrama, tentu harus mengikuti peraturan ketat. Tetapi, kualitasnya diyakini lebih dari sekadar belajar di kelas bahkan perhitungannya lebih atau minimal setara dengan full day school tanpa asrama," ujar siswa tersebut. "Tapi karena sudah tekad ingin mendapat dan menjadi terbaik semua harus dimulai dari upaya dan kemauan kuat," tekadnya.

Kepala Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Dra R Tuti Ratnaningsih mengatakan hal serupa. Pihaknya tidak terkait dengan asrama siswa karena fokus pada upaya pendidikan formal. "Hanya saja, yang namanya pendidikan, harus punya tujuan dan upaya  yang lebih terarah dan keras," ujarnya.

Apa yang diajarkan di sekolah, menurutnya, diselaraskan dan inheren dengan pendidikan yang diberikan bagi siswa di asrama. Ia mengurai kurikulum SMA Stella Duce 2 Yogyakarta seperti apa yang digariskan dalam kurikulum. Tetapi beroleh penekanan yang dimulai dari pengenalan ekstrakurikuler terangkai dengan fasilitas sekolah. "Yang ditambahkan adalah tata tertib sekolah, public speaking, pengenalan untuk menghindari Narkoba, gender, pengenalan program OSIS," ujarnya.

Di Sibolangit, Bandarbaru, Deliserdang, Direktur Eksekutif Yayasan Bethlehem Binaman Kasan berpendapat serupa. Yayasan yang mengasuh panti asuhan, SMP dan SMA RK Deli Murni Sibolangit dan sejumlah sekolah di lokasi lain pun sepakat bahwa siswa yang beroleh pendidikan terarah dan didampingi ahli akan lebih terbuka wawasan dan cepat 'dewasa' dalam kemandirian. "Itu sebabnya tinggal di Asrama Putra Santa Maria Degli Angeli, beroleh pendidikan terarah dan terintegritas yang langsung dapat menjadi pribadi berintegritas sesuai moral religi dan menjadi manusia Indonesia seutuhnya," ujarnya.

Ia mengatakan, pendidikan yang mengadopsi sistem full day school lebih memungkinkan terwujudnya pendidikan utuh. Binaman Kasan mengutip pendapat hasil penelitian pakar pendidikan global Benyamin S Blom yang menyatakan bahwa sasaran (obyektivitas) pendidikan meliputi tiga bidang yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Karena melalui sistem asrama dan pola full day school tendensi ke arah penguatan pada sisi kognitif saja dapat lebih dihindarikan, dalam arti aspek afektif siswa dapat lebih diarahkan demikian juga pada aspek psikomotoriknya. "Apalagi bila siswa di asrama beroleh muatan moral religi yang lebih baik. Pasti menghasilkan yang terbaik," tambahnya.

SMA Stella Duce 2 Yogyakarta misalnya. Dengan sistem pendidikan yang terarah dan menyatu tersebut, siswanya mendapat prestasi istimewa. Prestasi tak hanya di ukuran ilmiah tapi soal adab yang muaranya karakter terpuji. Istilahnya, juara tak hanya di bidang akademik maupun nonakademik, namun membentuk dan mengasah kemampuan individu sejak dini. Muaranya siswa dapat mengembangkan talenta dan kemampuan hingga semua kemampuan dan bakat siswa tergali serta menjadi terbaik. "Julukan sekolah berprestasi karena anak-anaknya yang berprestasi," tutur Tuti sambil mengatakan kunci keberhasilannya adalah membantu para siswa yang semuanya putri mengembangkan diri dengan memfasilitasi guru pendamping, semua kegiatan diakomodir dan dibuat progam tertentu. "Cara itu membuat siswa berjuang keras untuk meraih prestasi. Karena kesempatan tidak datang dua kali. Daya juang, semangat, dan motivasi juga penting," ujarnya seperti disiarkan TribunJogja.com.

Pengalaman serupa diutarakan mantan siswa SMA RK Deli Murni Sibolangit, Gresia Vanesia Meliala, yang sudah tiga tahun tinggal di Asrama Putra Santa Maria Degli Angeli. Gresia yang tercatat sebagai salah seorang siswa berprestasi di Sumut itu menyebutkan, dampak positif yang ia rasakan selama bersekolah di Deli Murni dan tinggal di asrama menjadi lebih mandiri, disiplin dan tidak manja. Selain itu, menurut siswa yang lulus di Fakultas Teknik Kimia USU melalui jalur undangan itu, tinggal di asrama justru mendukungnya untuk mengukir prestasi akademis.

Menurutnya, paradigma yang menyebutkan bahwa anak asrama adalah anak yang kurang gaul terbantahkan. Justru di asrama menurutnya, pergaulan jauh lebih solid dan kompak. Karena sesama anak asrama pasti merasakan adanya senasib sepenaggungan. "Saya mendapatkan sesuatu yang spesial selama di asrama. Yaitu didikan dari semua pastor dan frater, terutama pembina yang selalu setia dan ada untuk anak asrama. Pekerjaan sehari-hari yang saya tidak tahu selama ini, akhirnya bisa saya lakukan. Seperti bangun pagi cepat, menyetrika, mencuci pakaian dan membersihkan ruangan," jelasnya.

Pengakuan sama juga diungkapkan alumni Deli Murni tahun 2017 Roy yang sekarang bekerja di resto terkenal di Tanjungmorawa. "Sudah setahun saya bekerja dan kini ingin melanjutkan kuliah," ujarnya.

Menyesuaikan diri dengan perkembangan global yang diwarnai dengan kemajuan teknologi, Binaman Kasan menambahkan, pihaknya mengadopsi kemajuan dengan menekan hingga angka seminim mungkin faktor negatif. "Misalnya soal teknologi digital. Kompleks sekolah dan asrama terkoneksi dengan digitalisme yakni internet dengan jaringan WiFi supercepat. Tapi, seluruh siswa harus mengikuti peraturan tidak boleh berselancar ke dunia maya dengan mengakses hal yang belum pantas. No hoax," tegasnya sambil mengatakan kebijakan tersebut difasilitasi dan dirembugan dengan Ketua Dewan Tri Organ Yayasan Ps Maximilianus Sembiring dan Jonas Hudaya sebagai ketua. 

Melalui internet, tambah Binaman Kasan, siswa diajak lebih mandiri dalam mencari bahan pelajaran. Memecahkan persoalan yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. "Program ke depan, memaksimalkan lingkungan untuk melatih dan mencerdaskan siswa pada agrikultur karena Yayasan Bethlehem punya lahan luas yang berada sekompleks dengan sekolah dan asrama. Dengan alam sejuk dan tanah yang subur, siswa dilatih bercocok tanam yang hasilnya dinikmati sendiri bersama warga sekitar," obsesinya.

Sebagai penyeimbang dan pendukung, bersamaan dengan fasilitas Internet 24 hours a day, perpustakaan pun dilengkapi dengan bahan bacaan penunjang dalam kaitan literasi sastra para siswa.. "SMP-SMA Deli Murni Bandarbaru memiliki perpustakaan yang terkoneksi dengan digital. Koleksi buku, selain untuk menangkal hoax, kehadiran perpustakaan sebagai jaminan bahwa penghuni asrama memiliki kedisiplinan, berakhlak dan intelektualitas tinggi," tambah Binaman Kasan sambil mengatakan selain literasi sastra pun diikuti Gerakan Literasi Alkitab setiap hari untuk membina karakter anak.

Dengan upaya itu, lanjutnya, pihaknya memastikan kulitas integritas siswa lebih terbuka berada di level terbaik. (T/R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU