Home  / 
Curhat
Mak’e, Idul Fitri Aku Tak Pulang...
* Wahyu Ramadansyah - Tanah Alas, Aceh Tenggara
Minggu, 10 Juni 2018 | 18:47:09
Mak, ketika aku bilang kemungkinan besar tak pulang saat Idul Fitri, sejujurnya aku ingin pulang ke kampung. Waktu itu aku pikir tidak bisa pulang karena tidak mungkin meninggalkan pekerjaan.

Soalnya, aku baru masuk kerja. Belum sampai tiga bulan. Belum dapat cuti. Sedangkan ke kampung minimal butuh waktu seminggu. Sebab, perjalan pulang - pergi dua hari tentu sangat melelahkan.

Waktu aku bilang mungkin tidak pulang, sejujurnya aku hendak pulang. Aku rindu mamak, rindu adik dan rindu semuanya. Yang paling bikin aku rindu, ingin sekali ziarah kubur kakek.

Sepanjang puasa Ramadan dan doa-doaku, aku terus bermohon padaNya kiranya saat Lebaran aku diberi kesempatan pulang. Semua nasihat Mak kulakukan. Puasa tidak boleh tinggal, salat tidak boleh bolong. Memang, hidup harus tetap memuliakanNya.

Sekarang, menjelang Idul Fitri. Aku pastikan, aku tidak pulang. Sama seperti ucapanku tempo hari, aku belum dapat cuti. Tidak ada agenda cuti bersama seperti yang diberlakukan pada ASN dan selevelnya.

Meski aku di sini, aku seperti berada di kampung. Bila sahur, aku  serasa menuju surau dan mengambil mik untuk membangunkan tetanggap sahur. Sesudah itu, bersama kawan-kawan ikut asmara subuh. 

Sebelum imsak aku sudah kembali ke surau dan beradzan Subuh.

Pulang ke rumah, mengusuk badan Mak yang terbaring di ruang tamu. Soalnya, aku jarang sekali ikut membantu membereskan piring kotor dan tikar yang digunakan untuk sahur bersama.

 Di sini, rutinitas seperti itu tak pernah kulakukan lagi, Mak. Seharian kerja. Mengikuti irama orang kota yang sibuknya seperti mesin. Tak pernah berhenti beraktivitas. Tapi di sini aku jadi merasa bersalah. Berdosa. Kok tidak mengirim THR untuk Mak dan keluarga.

Untuk Mak pasti ada, tapi tidak mewah. Maaf, Mak... THR untuk adik tidak sebanyak yang diharapkan. Soalnya, aku berbagi dengan kaum dhuafa. Aku merasa doa-doa Mak dan saudara kelompok dhuafa semakin menguatkanku. 

Aku takut, Mak, jika Idul Fitri ini aku berbahagia dalam kemenangan tapi kaum dhuafa di sekitarku tidak merasakannya. (h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU