Home  / 
P u i s i
Minggu, 10 Juni 2018 | 18:44:12
Puisi Lilin

Benda tak bernyawa
kecil warna warni
tersudut di ruangan
seorang gadis berkerudung bersendirian 
yang miskin dan kedinginan
Namun sumbu-sumbumu
memancarkan segelintir cahaya
membawa secerah harapan baru
membidik kegelapan untukku
menjadi hangat hatiku
sehangat tubuhku
melihat kebeningan cahayamu
Karenamu lilin
semua menjadi terang
dan semangat mencari
telah menyambutku
menyongsong masa depanku.

Fitry A.C. Panjaitan, SMP Budi Murni 3 Medan.


Dia

Senyummu adalah penenang
rasa yang selalu kupendam
detak jantung yang memburu kencang
gerakan bibir yang kutanam
Kuingin menatap birunya langit
kuingin menatap indahnya rembulan
kuingin menatap mekarnya mawar
dan itu hanya bersamamu.

Meisya Simanjuntak, SMP Budi Murni 3


Ayah

Seorang ayah tak akan begitu nampak cintanya...
ia selalu menyembunyikan cintanya
dibalik kelembutan ibu...
rindunya senantiasa terpendam
dibalik ketegasannya...
Kasih sayangnya, begitu sejati di balik kekerasannya...
ia berusaha menjadikan anak-anaknya
menjadi manusia yang berarti dan berguna...
cintanya sangat utuh
bisa kita rasakan
kala ia telah meninggalkan kita
selamanya...

Dea Oksana Siagian, SMP Budi Murni 3


Puisi Lingkungan

Gemerisik suara ranting pepohonan
nyanyikan lagu indah tentang alam
teriring semilir angin di sore ini
membawaku terbuai alam nan permai
Alamku...
desakan tercinta kini hanya dapat kukenang
setelah deru mesin pengolah batu itu
merampas indah pepohonanku.

Sonya Gabriella Sitorus, SMP Budi Murni 3


Merindu

Malam sudah hampir berakhir
Tapi ntah kenapa perasaan ini?
Masih tetap menginginkan hadirmu
Datang melalui mimpi
Perasaan ini sungguh sakit
Saat bertindak tapi tak ada hasil
Saat merindu namun tak ada jawaban
Apa yang akan kulakukan?
Melepaskanmu atau berserah dalam penantian 
Ntahlah...

Elfridayani Purba, Medan


Sahabat

Kau adalah orang yang berarti bagi saya
Kita selalu bermain pada saat suka dan duka
Tanpamu aku merasa kesepian 
dan tidak memiliki teman
Sahabat ...
Terima kasih telah menemaniku
sampai sekarang

Alvin Norman, Medan


Angin Malam

Gelap malam telah selimuti bumi
Dingin malam kian menusuk ke pori-pori kulit 
ditemani bintang yang bertaburan
pancarkan cahaya  kemilau sinari bumi
pesona rembulan kian temani malam berbintang
Angin malam menyapa pucuk-pucuk pepohonan
Angin malam sampaikan rinduku padanya
sebelum memejamkan mata
terlelap dari tidur merangkai mimpi indah
menghibur jiwa raga yang lelah
mengukir senyum di bibir
Angin malam sampaikan padanya
betapa aku mencinta

Melly Gitzu bre Carona, SMA Van Duynhoven Saribudolok


Mama

Kau mampu menepis liku kehidupanku
Kau sungguh berarti
dan akan selamanya berarti
Kau memberiku berjuta warna yang indah
warna yang mengenalkan dengan hidup
warna hidup yang dulunya abu-abu
kini menjadi pelangi yang indah
Sejuknya pagi tak sesejuk hatimu
nasihat indahmu
memberi isyarat makna hidup
Mama saat air mata membasahi wajah indahmu
Bibirku membisu, kepalaku tertunduk
hatiku mengisyaratkan
Kau malaikat titipan Tuhan untukku.

Oktapiana Napitupulu, SMA N 1 Siantar Narumonda

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eramas Gelar Kampanye Dialogis dan Doa Bersama 23 Juni
Seribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Simalungun Bersama Djarot Saiful Hidayat di Perdagangan
FKI 1 Sumut Komit Dukung Paslon Bupati Dairi Nomor Urut 2
Warga Pinggiran Rel Berharap Pada Djoss Ada Pemondokan Layak
BEM se-Jabar Kirim Surat Protes ke Kemendagri Terkait Komjen Iriawan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU