Home  / 
Cerpen
Besar Pasak dari Tiang
* Karya: Elisah Harahap - SMAN 2 Rantau Selatan
Minggu, 29 April 2018 | 20:44:50
Hebat kawanku yang satu ini. Kusebut saja namanya Dul. Semua keriangan era now, di-up-date-nya. Tahun lalu, semua tontonan kelas internasional di Jakarta, dilihatnya.

Pekan lalu, Katty Pery konser dihadirinya. Pulang-balek ke Jakarta naek pesawat. Nginap di hotel berbintang. Semuanya diunggahnya di akun pribadinya.

Mengikutinya, timbul keinginanku untuk sepertinya. Tidak usah semua, sepersepuluh saja, bolehlah.

Kemarin, Dul cerita mau ke Medan. Ingin menyaksikan konser Noah Mengejar Mimpi. Aku menyarankan tidak usah. Bukan cemburu atau apalah tapi karena hendak ujian.

Ke Medan bukan sebentar. Minimal butuh sehari semalam untuk pulang-pergi. Padahal keesokannya harus sekolah. Ada try-out ujian.

Jujur, dari lubuk hati terdalam, aku pun ingin melihat Ariel dan kawan-kawan dari dekat. Anak zaman now kan kenal dengan vokalis Noah itu. Tetapi, semua keinginanku itu kupendam begitu saja. Soalnya ya itu tadi... aku tak mampu.

Paling menunggu besok atau kapanlah. Mengikuti dari cerita atau berita selebriti. Atau mengintip status orang-orang yang menyaksikan Noah di Medan.

Jumat pagi ketika masuk sekolah, Dul tak kelihatan. Aku berpikir ia terlambat atau kurang enak badan, tapi ketika sekolah sudah bubar kuketahui kawanku sakit.
Sebagai rekan, aku bersimpati. Kuajak kawan-kawan kelas yang mau bezuk ke rumahnya. Aku tak segan untuk mengutip bantuan. Seikhlas hati. Cuma untuk membeli buah.

Lumayan juga. Ada kawan yang berempati. Tapi mereka tidak bisa hadir karena harus belajar dan membantu orangtua di rumah. Apapun jadilah. Aku bersuka karena ternyata kawan-kawan masih peduli pada Dul yang sakit.

Aku sendiri yang menentukan membelikan buah-buahan. Aku tahu si Dul suka cokelat tapi dalam sakit tak mungkinlah makan seperti itu. Lagi pula, tadi kukatakan untuk membeli buah.

Dari sekolah, aku naik angkot ke pasar. Semua uang kubelikan  sampai aku ngiler. Hampir sekeranjang dengan rupa-rupa. Kupetik satu buah anggur. Hmm... manis kali.

Kiranya buah-buahan ini diterima Dul dengan manis dan penyakitnya cepat pergi dari tubuhnya. 

Begitu sampai di depan rumahnya, aku terkesiap. Ibu si Dul menyambut dengan keheranan. Diterimanya buah-buah itu dengan wajah heran.

Aku semakin heran! Apa yang terjadi dengan Dul?

"Aduuuh... kok repot kali!"

"Gak kok, Bu!"

Ibu si Dul mengamati seluruh buah-buahan tersebut. Sama sepertiku, satu buah anggur dipetik dan dimakannya.

"Hasil panen, ya?" sambutnya. "Terima kasih banyak. Bilang sama papamu, makasih ya!"

Aku jadi terdiam. Tak bisa berkata apa-apa.

"Lho, ini kamu beli ya? Untuk apa?

"Hmm anu Bu..."

"Kenapa?"

"Tadi kawan-kawan nitip ini untuk si Dul," balasku. "Si Dul kan sakit?"

"Apa?" sambungnya. "Si Dul ke Medan. Katanya mau lihat orangtua kawannya sakit?"

Aku terdiam. Bingung. Cepat-cepat kusimpulkan semua karena ulah si Dul.

Berarti alasan sakit digunakannya untuk ke Medan. Benar, pasti mau nonton konser Noah.

Cepat-cepat aku pulang. Jika mungkin, aku tak mau permisi. Tapi untuk menutup keterkejutanku, aku cepat-cepat bilang mau kembali ke sekolah.

Soal buah-buahan, kukatakan memang dititip kawan-kawan untuk si Dul. Tetapi, suer... aku jadi geram sama si Dul.

Tega-teganya ia berbohong pada orangtuanya dan kami sahabatnya demi untuk menonton ke Medan. Padahal, melihat kondisi keluarganya, tidak seperti yang diceritakannya.

Dari mana uang si Dul ke Medan dan memenuhi selera lainnya? Dari mana pula kecerdikannya berbohong macam-macam.

Tetapi pada kawan-kawan tak kuceritakan kejadian yang menyebalkan tersebut. Aku justru langsung menemui si Dul.

Bencinya, si Dul justru santai saja. Sepertinya tak terjadi sesuatu dengan tingkahnya. Setelah kuutarakan semua, ia mulai gerah. Ia minta padaku untuk tidak memberi tahu kejadian sebenarnya pada siapapun.

Aku mau tapi syaratnya, Dul tak boleh berbuat seperti itu lagi. (d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
6 Tim Senior Putra Dipastikan Lolos 8 Besar Turnamen Bola Voli
Turnamen Bola Voli Senior Putra di Pematangsiantar, Mangisi Lunggu Sidabutar SE Jagokan Kambat Simalungun
Kisruh Kepengurusan Percasi Asahan, Mandat Pengprov Sumut Dipertanyakan
Atlet Wushu Indonesia Raih Emas di Festival Shaolin China
PSSI Sering Terlambat Bayar Gaji Milla
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU