Home  / 
Curhat
Pacar Teman Kecilku
* Eka Nursah Pitri, SMAN 2 Rantau Selatan
Minggu, 4 Maret 2018 | 22:08:28
Aku terus terang, suka dengan Riky. Gak tahu kenapa, yang pasti aku suka dengannya.

Waktu itu masih SD. Pergi dan pulang sekolah selalu sama. Kebetulan rumah kami satu jalan. Bila orangtuanya hendak mengantar ke sekolah, pasti singgah ke rumahku. Minimal menglakson dari depan pagar dan meneriakkan namaku.

Aku pun tergopoh-gopoh berlari dan duduk di bagian tengah. Riky di belakang dan di depan ibu atau bapaknya. Bila pulang, begitu juga.

Aku sengaja menunggunya di depan kelas. Begitu Riky selesai belajar, aku langsung menyungsongnya. Kami sama-sama berlari bergandengan tangan menuju kendaraan yang menjemput.

Ketika SMP, aku masih satu sekolah dengannya. Rutinitas pergi dan pulang bersama, terulang lagi. Bedanya, kami sekarang selalu berboncengan naik sepeda.

Banyak orang menduga kami abang-beradik. Soalnya ya itu tadi... terus bersama. Ketika masuk SMA, keseharian tersebut kembali dilakoni.

Bedanya, Riky tak lagi sekelas denganku. Aku di kelas utama, Riky di kelas selanjutnya. Riky kini punya teman belajar yang baru. Namanya Ria.

Aku kadang nimbrung tapi karena beda guru, membuatnya semakin dekat dengan Ria. Di situlah aku jadi merasa terasing. Apalagi bila Riky - Ria duduk begitu dekat belajar bersama.

Aku menduga, ada sesuatu yang tak terlukiskan di antara kedekatan tersebut. Kedekatan itulah yang selama ini tak ada di dalam pertemananku dengan Riky.

Diam-diam aku mencari tahu jawaban atas pertanyaan di hatiku. Tiap hari aku mengintip status Riky- Ria di akun masing-masing.

Mula-mula aku pura-pura cuek. Tidak mau mengomentari apa yang ada dalam status mereka. Tetapi, lama-kelamaan aku menjadi 'terbakar'. Aku ikut mengomentari.

Kadang cuma dengan emoji tapi, bila sudah tak tahun, aku ikut kepo. Mengomentari pedas. Bahkan aku berani-beranian bertanya pada Riky tentang isi hatinya pada Ria.

Riky bilang tidak ada rasa istimewa. Menurutnya, Ria hanya sebatas teman. Soalnya, usianya lebih muda ketimbang umur Ria. Yang membuatnya dekat dengan Ria adalah kedewasaan Ria. Ia menganggap Ria sebagai kakaknya.

Aku memahaminya tapi di lubuk hati terdalam, aku yakin Riky memiliki rasa istimewa dengan Ria.(c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU