Home  / 
Internet Sehat Bagi Generasi Muda Bila Eksklusivisme Sosial Digital Disingkirkan
Minggu, 4 Februari 2018 | 19:12:40
SIB/Dok
INTERNET SEHAT: Ir St Martua Sinurat (paling kiri) bersama alumni angkatan 1992 penggagas kunjungan ke SMAN 1 Tebingtinggi seperti Wahyuni Zahrah Ade Asril, Shineris Sirait, Rita Hadila Nasution, Happines M Putri, Humisar ‘Apek’ Sianipar dan Yusril Irwanto, Kamis (1/2).
Tebingtinggi (SIB) -Hidup di era milineal, mustahil tidak bersentuhan dengan internet. Tapi dalam dunia digital banyak konten yang dapat merusak proses produktif kehidupan generasi muda. Menyiasatinya, pengguna internet harus menyingkirkan eksklusivisme sosial dalam dunia digital.

Demikian dikatakan Ir St Martua Sinurat dalam tatap ramah dengan siswa SMAN 1 Tebingtinggi di kompleks sekolah Jalan KL Yos Sudarso kota lemang tersebut, Sabtu (3/2). Kunjungan digagas alumni angkatan 1992 untuk menyemangati siswa yang hendak melanjut ke perguruan tinggi dan temu kangen dengan para guru dan mantan pendidik. "Eksklusivitas dunia digital adalah konten yang tidak pada tempatnya, misalnya memuat hal yang melanggar norma adat dan agama. Muatan itu disaksikan secara eksklusif, sembunyi-sembunyi. Muaranya membawa konsumennya tidak produktif," ujar tokoh pemuda Sumut dan pemuka agama di Huria Kristen Indonesia (HKI) tersebut sambil mengatakan cara itu harus disudahi.

Tetapi, lanjutnya, hal-hal yang tak produktif harus diubah menjadi penyemangat. Caranya, ujarnya, dengan menyiapkan mental dan moral terpuji. "Minimal berselancar ke dunia maya dengan nafas ingin menambah hal-hal positif dan membuang yang negatif," ujar Martua Sinurat yang dalam kesempatan itu menyinggung posisi almamaternya yang kini merupakan sekolah Adiwiyata Mandiri.

Arti Adiwiyata, ujarnya, adalah gelar membanggakan yang harus dijunjung tinggi para siswa. "Adiwiyata adalah tempat tempat mendapat ilmu pengetahuan dengan memiliki cita dan etika luhur untuk pembangunan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Sebagai alumni, kami bangga dan ingin agar adik-adik tetap dalam lingkup Adiwiyata tersebut!"

Kegiatan digagas Wahyuni Zahrah yang melibatkan sejumlah alumni seperti Martua Sinurat, Ade Asril, Shineris Sirait, Rita Hadila Nasution, Happines M Putri, Humisar 'Apek' Sianipar dan Yusril Irwanto. "Pada kesempatan lanjutan, alumni ingin mengadakan reuni akbar lintasangkatan dan mengumpulkan senioren untuk berkontribusi dalam maksud mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar mantan pengurus OSIS SMAN 1 Tebinggi itu. Menurutnya, setelah lebih 25 tahun meninggalkan sekolah tapi hatinya tetap berada di SMAN1 Tebingtinggi yang telah  menempanya menjadi pribadi unggul. "Kami tetap cinta SMAN 1 Tebingtinggi," tutup Wahyuni Zahrah. (R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU