Home  / 
Curhat
Bayangan di Bus Rantauparapat - Medan
* Muhammad Tri Rahmadi - SMAN 2 Rantau Selatan
Minggu, 21 Januari 2018 | 20:01:45
Ini kisah sahabatku. Ceritanya sama seperti perjalananku. Ketika selesai studi, ia ingin mengadu nasib ke kota. Mulanya banyak pilihan. Mulai dari Medan, Padang, Jakarta hingga ke Kuala Lumpur - Malaysia.

Setelah menimbang pasca diskusi dengan kawan-kawan dekat, ia berketetapan hati untuk meninggalkan kotanya. Inginnya langsung ke negeri seberang tapi karena sama sekali tidak punya persiapan, niat tersebut diurungkan. Ke luar negeri, selain butuh biaya tinggi, harus ada paspor juga faktor risiko terlalu riskan.
 
Ingin ke Jakarta karena Ibu Kota telah memberi halusinasi kenikmatan. Tetapi, lagi-lagi karena keterbatasan logistik, memutuskan untuk ke Medan.

Setelah memastikan berangkat, pagi-pagi ia sudah bersiap. Soalnya, perjalanan ke stasiun bus, cukup jauh. Begitu sampai dan menunjukkan tiket di loket, petugas mengantar naik ke angkutan yang hendak membawa ke Medan.

Sampai di kursi sesuai nomor, tempat itu sudah diisi barang-barang. Ia senyum pada perempuan, yang kemudian bergegas membenahi bawaannya.

Perjalanan berjam-berjam. Semangat sih cukup tinggi tapi penat juga. Begitu istirahat, ia langsung lari ke dalam restoran yang menjadi rest area. Penumpang lain sibuk memesan makanan, ia langsung lari ke WC.

Kembali ke tempat duduk, di meja sudah terhidang makanan. Ia terkejut, tidak ada memesan tapi kok dihidangkan. Namun, karena makanan yang tersaji sesuai seleranya, ia langsung memakan.

Tak berapa lama, perempuan yang duduk sejajar di bus, datang. Eh, rupanya ia yang memesan. Ketika hendak membayar, sama-sama bertahan ingin menraktir. Alhasil, bayar masing-masing.

Dari sana, pertemanan semakin rekat. Keduanya sama-sama suka bahkan sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang lebih serius. Tetapi karena masing-masing punya cita-cita, hubungan harus terpisah jarak.

Sama-sama fokus menimba ilmu, petir menyambar. Perempuan yang dicintai sahabatku meninggal karena tabrakan. Bayang-bayang mulai bertemu di bus hingga ke masa indah hanya kenangan. (h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU