Home  / 
C u r h a t
Memungut Sayap Hilang di Tahun Depan
* Mutiara Br Samosir, SMAN 2 Rantau Selatan
Minggu, 31 Desember 2017 | 15:01:10
Kutuliskan kisah sahabatku, Ditya Azhra Kasih Mulia. Perjalanan hidupnya terberkati dalam asuhan single parent. Di rumahnya ada foto-foto seorang pria bersama mamanya. Konon, lelaki itu adalah papanya tapi sahabatku itu tidak tahu benar apa tidak tentang status pria dimaksud.

Ibunya sih mengatakan papanya sudah wafat, tapi Ditya tak pernah tahu di mana kuburnya. Aku pun pernah diajak Ditya untuk mencari tahu apakah pria dalam bingkai gambar bersama mamanya benar-benar papanya? Ditya bahkan mengajakku untuk menziarahi, bila benar ada makam papanya.

Aku terbawa sedihnya Ditya. Mamanya bila papanya wafat dalam pelayaran. Maksudnya, jasadnya termakam di dasar laut. Jika ingin ziarah, taburlah bunga di samudera dengan niar berziarah.

Aku sih menerimanya dengan ikhlas tapi Ditya tetap tak puas. Setiap kali ada kegiatan keagamaan di sekolah, ia protes padaNya. Menuntut dipertemukan pada papanya. Meski hanya sedetik...

Aku ikut menitikkan air mata atas keluh-kesah Ditya. Dari lubuk hati terdalam, aku pahami kepedihannya namun di permukaan, aku coba menghiburnya.

Ragam cara kulakukan. Mulai membawanya keluyuran, pergi karaoke sampai mengucapkan langsung bahwa meratapi kepedihan adalah sia-sia. Bukankah lebih baik fokus pada pelajaran dalam menatap kehidupan ke depan!

Tetapi Ditya punya argumen  yang menyayat hati. Menurutnya, hidupnya seperti burung bersayap satu. Jikapun bisa terbang, pasti limbung dan tersungkur. Sama dengan dirinya yang hanya beroleh kasih sayang dari sebelah pihak. Kondisi itu membuat hidupnya kering, seperti ranting tua yang tak mungkin dihinggapi burung. Sebab begitu tersentuh, langsung patah.

Aku terus menguatkannya. Kusimpulkan hanya satu cara melipur lara dan mengusir pilu yakni dengan doa serta berhenti bertanya padaNya di mana papanya. Percayalah dengan cerita mamanya. Pasrahkan saja semuanya padaNya.

Mengenai rasa seperti kehilangan sayap, tinggalkan kepedihan dan songsong tahun depan. (l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bamsoet Pastikan Kasus Penembakan di DPR Bukan Teror, Tapi Peluru Nyasar
Panitia Nasional Tinjau Venue Perayaan Natal 2018 di Medan
Korupsi Alat Kontrasepsi Rp 72 M, Pejabat BKKBN Dibui 2 Tahun
Gubsu Serahkan Tali Asih Rp 2,5 M kepada 10 Atlet Berprestasi di Asian Para Games 2018
Jokowi Beri Beasiswa kepada 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU