Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Cerpen
Di Kantin Sekolah
* Karya: Karya : Maharani Rambe SMAN 2 Pantauselatan
Minggu, 12 November 2017 | 20:39:59
Suasana di sekolah rantau langit begitu riuh. Tidak seperti murid lain yang kebanyakan sibuk menyiapkan sebagian pekerjaan rumah yang belum selesai Supri, Putri dan Ghozali justru duduk-duduk menikmati sarapan dengan santai. Pagi itu memang pagi yang super sibuk tapi untuk mereka.

Gimana Al, presentasi biologi sudah siap kan?"

Tenang Pri, seperti tidak kenal aku aja meski jelek begini aku rengking kelas loh"

"Eiess...anak pintar itu gak sombong ni..."

Mereka menghabiskan sarapan dengan santai tanpa terlihat terburu-buru sama sekali. Wajar memang ketiga murid kelas 2 tersebut memang termasuk murid yang pandai dan rajin. Tidak seperti kebanyakan murid lain yang malas mengerjakan tugas, mereka bertiga slalu mengerjakan tugas dengan baik, bahkan saat tugas baru diberikan hari itu juga bisa diselesaikan mengerjakannya. Itu yang membuat mereka selalu siap mendapatkan ilmu baru saat pelajaran dimulai. Saat mereka di dalam kelas, mereka pun dengan santai mengikuti pelajaran yang diberikan.

Tidak ada istimewa hari ini, datar".

"Ya, benar, hanya mereka saja yang sibuk mengerjakan tugas yang belum kelar".

"Itulah untungnya jadi anak rajin Pri, slalu selangkah lebih maju".

"Tumben kamu positif putri, biasanya kan terkenal negatif. "Itu tuh, salah sarapan kali.

Sesekali, mereka yang duduk berdekatan saling berbisik saat mendengarkan penjelasan guru di kelas. Meskipun begitu mereka tetap fokus dan slalu tanggap dengan setiap interaksi yang diberikan oleh guru.

Supri"

Iya...iya, Buk"

"Coba kamu kerjakan soal di depan.

"Baik, Buk".

Supri murid kesayangan semua guru langsung soal yang sudah ditulis di depan kelas.

"Salah tuh, Pri, gimana si kamu.

"Eh...masa sih yang mana tuh...perasaan sudah bener deh, yang aku buat?"

"Hem...cobak dicek lagi..."

"Ngeselin kamu, cobak perhatikan baris ketiga, hasilnya kan jadi selisih".

"Masa sih".

Akhirnya, meski sempat mendapatkan koreksi dari teman di belakang, Supri mampu mengerjakan soal tersebut dengan benar. Tepuk tangan pun menyambut dengan meriah...

 "Supri hebat, Buk..."

"Iya benar, Padahal saya masih bingung dengan soal itu..."

"Hu...dasar kamu aja yang lemot".

"Haa...aha".

Sudah-sudah, sekarang bercandanya kita tunda dulu".

"Siap buk, tapi saya punya usul bagus ni Buk..."

"Usul apa Ghozali...?"

Gini buk, gimana setiap soal yang sulit kita minta supri aja yang ngerjakan soal itu, benar tidak kawan-kawan..."

"Setuju..."

"Eh...enak aja kalian ini, enak di loh gak enak digua dong..."

"Haaa...aha...a..a.."

Sudah anak-anak, usul Ghozali memang bagus, tapi itu tidak bagus untuk masa depan kalian, memang kalian mau kalau kalian semua bodoh dan hanya supri yang pintar?"

"Akhirnya panjang lebar, Buk Guru menasehati mereka, sementara murid-murid hanya tertunduk dan berfikir mengenai apa yang buk guru katakan. Sepertinya hanya bergurau akhirnya mereka mendapatkan nasehat yang sangat berharga bagi hidup mereka sendiri. Belajar di sekolah adalah hak semua murid, dan bukan sebuah kewajiban belajar adalah sebuah hak yang harus dituntut dan harus disesali jika itu tidak berjalan dengan baik.

Tak terasa bel sekolah pun berbunyi, tanda istirahat pertama dimulai. Murid-murid langsung berhamburan keluar kelas. Mereka menghabiskan waktu istirahat dengan berbagai aktivitas, ada yang mengobrol, ada yang bermain dan ada juga yang menghabiskan waktu untuk santai.

Seperti biasa, supri, putri dan ghozali pun menghabiskan jam itirahat dengan duduk-duduk dikantin sekolah. Di kantin mereka memesan beberapa makanan kecil dan es terus melanjutkan belajar. Meski di kantin ternyata pasti ada salah satu yang berdiskusi mengenai pelajaran.

"Aku tuh masih bingung dengan materi tentang MTK yang kemarin".

"Yang mana sih put, perasaan supri kemarin juga sudah jelasin ke kamu".

Begitulah, disetiap kesempatan tiga murid tersebut memang selalu saja bisa mengaitkan sesuatu dengan hal yang dipelajarinya di sekolah. Bahkan ketika mereka bersantai di rumah sekali pun. Benar memang kata bapak dan ibu guru bahwa belajar tidak mengenal tempat, tidak mengenal waktu dan tidak mengenal usia. Di mana saja kita bisa mendapat  Ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan. ***

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU