Home  / 
Generasi Muda Indonesia Punya Komitmen Teguh Jaga Keberagaman
Minggu, 5 November 2017 | 22:18:05
Medan (SIB)- Tokoh pembauran Interfaith New Generation Inititive and Engagement (INGAGE)  Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) Bhante Dhira Puno mengatakan generasi muda Indonesia punya komitmen teguh  menjaga keberagaman di Tanah Air. Buktinya, setiap ada persoalan bangsa, para pemimpin masa depan Indonesia sama-sama berbuat dalam mencari solusi. Meski demikian, ujarnya, komitmen itu harus dilestarikan seiring perkembangan zaman.

Penegasan bhikkhu kharismatik tersebut dikemukakannya kala mengadakan silaturahim dengan anak-anak muda Medan yang dipusatkan di SMA Santo Thomas 2 Medan dalam Kompleks Catholic Center Medan akhir Oktober 2017. Silaturahim dimaksudkan memupuk saling pengertian dan merawat keberagaman di lingkungan anak muda.

Bhante Dhira Puno memaparkan kondisi Indonesia jauh sebelum Proklamasi 17 Agustus 2017 di mana seluruh komponen tumpah darah Indonesia sama-sama berjuang memerdekakan Tanah Air. Menurutnya, saat itu, tidak ada pertanyaan berapa porsi untuk berbuat demi kebersamaan. Tidak ada pula pertanyaan latar belakang individu atau kelompok. "Indonesia jauh sebelum merdeka sudah menganut Bhinneka Tunggal Ika. Sekarang, tugas dan tanggung jawab generasi muda, memupuknya agar berbuah baik untuk semua tumpah darah Indonesia," tegasnya sambil mengatakan, satu cara terbaik dalam merawat keberagaman adalah tidak membanding-bandingkan latar belakang satu individu dengan lainnya. "Kalau soal agama, biarkan tiap orang menjalankannya sesuai keyakinannya!"

Di kegiatan itu Kepala SMA Santo Thomas 2 Medan Drs Nelson Nababan MSi  mengatakan, Indonesia negara toleran yang sangat kental dengan kebhinekaannya. Berbagai agama, suku, ras dan banyak golongan yang hidup damai  dan berdampingan. Hal itu yang menjadikan Indonesia kuat.

Dengan adanya silaturahim dengan pimpinan dan tokoh agama diharapkan apa yang terjadi dalam kurun 2 tahun tidak menodai keberagaman di hati sanubari generasi muda. "Kami memastikan, aksi-aksi intoleran yang sempat mengemuka di negeri tercinta ini tidak merasuki pikiran generasi muda," harapnya.

Hadir di kegiatan itu tokoh pemuda nasional yang penggiat dialog antaragama dan kepercayaan Sihol Saragi Dabukke serta Koordinator Kajian Seni Budaya Vox Point Indonesia Petrus H Saragih. (T/R10/d)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU