Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Cerpen
Hati yang Memeluk
* Karya Torang Ulina Sinaga, SMAN 4 Pematangsiantar
Minggu, 29 Oktober 2017 | 16:17:16
Elang Adeeva dan Seraphine Costa melalui hari-harinya dengan bahagia. Pertemanan yang terjadi sejak TK sampai sekarang hingga hubungan melebihi seperti saudara. Tiap hari bersama. Pergi ke sekolah berboncengan. Pulangnya pun demikian.

Seperti hari ini, Elang memacu motor besarnya. Begitu sampai di rumah Sera, yang dijemput sudah berangkat. "Baru 10 menit pergi dengan kawannya," ujar Karin, orangtua Sera.

Agak kecewa sih tapi tak ada waktu menyesali diri. Elang memacu kendaraannya ke sekolah. Tetapi, belakangan ini Seraphine berubah. Jangankan pulang pergi bersama, ditelepon saja tak mau mengangkat.

Elang berjalan menyusuri koridor sekolahnya. Dari situ dilihatnya Sera ngakak bersama Kantona. Keduanya saling menyuapi makanan. Melihat itu, jantung Elang berdegup sangat kencang.

Pemandangan itu membuat Elang tak enak. Meski duduk di sofa hitam putih di ruang keluarga sambil menonton televisi, tapi pikirannya melayang-layang entah ke mana. Sera...

Ia mengalihkan pikiran dengan menggowes sepeda. Tak sengaja ia melihat Kantona dan seorang perempuan memasuki rumah kosong itu. Elang beralih arah ke rumah Sera dan mengetuk berulang-ulang.

"Ada apa?" tanya Sera mengernyit melihat kondisi Elang saat ini.

"Aku mau kamu jauhin Kantona. Dia gak baik buat kamu."
"Iya aku tau kamu memang yang terbaik buat aku, Lang. Tapi aku udah gede sekarang. Kamu gak usah terlalu ikut campur urusan pribadi aku. Kantona cowok baik kok buat aku. Jadi dia gak mungkin ngelakuin hal itu. Kamu jangan nuduh dialah, Lang"

"Aku gak nuduh dia Sera. Itu faktanya. Please percaya sama aku." 

"Udahlah, Lang! Aku capek ngomong sama kamu! Mendingan kamu sekarang pulang," putus Sera. "Dan kamu gak usah urusin aku lagi. Gak usah sok care sama aku lagi." Sera berucap ketus sambil membanting pintu.

Elang ingin lebih banyak bicara tapi Sera kadung memutusnya. Ia pun tidak tahu bagaimana cara mencairkannya. Yang pasti sudah dua bulan komunikasi antara Elang dan Sera putus.

Segala cara dilakukan tapi tetap saja buntu. Entah apa yang telah diperbuat Kantona pada Sera kok tega-teganya menutup komunikasi. Elang pun akhirnya menyerah.

Meski demikian, Elang terus mengikuti perkembangan Sera. Ia kini terlihat seperti gadis yang tidak terkontrol. Elang sering melihat Sera selalu pulang malam. Karena tak mau rasa penasaran ini terus hinggap di pikirannya, Elang memutuskan untuk mengikuti Sera.

"Kamu udah gila ya. Kamu tau kan ini bahaya dan gak baik buat kesehatan kamu," bentak Elang pada Sera sambil menarik puntung rokok itu dari mulut Sera.
Sera terpaku beberapa menit melihat kehadiran Elang. "Elang, kamu ngapain di sini? Udah sana pulang. Kamu gangguin aku aja, tau gak?"

"Enggak!" putus Elang. "Ayo pokoknya kamu ikut aku!"
"Lepasin aku! Jangan sok suci! Kamu juga ngelakuin apa yang aku lakuin kan?" 
"Aku enggak make barang itu Sera. Siapa yang bilang sama kamu kali aku make?"
"Kantona," jawab Sera secepat kilat. "Dia yang bilang sama aku. Kamu ingat hari di mana kamu bilang bilang kalo Kantona lagi jalan sama perempuan lain? Di situ aku langsung nanya sama Kantona, dan Kantona bilang hari itu malahan dia ngelihat kamu lagi make."

Elang tak dapat berkata apa-apalagi. Soalnya Sera makin keras. Ia berusaha sabar dan terus mengikuti perkembangan Sera. Elang pun terus membujuk rekan lamanya tersebut.

"Udah telat, Lang. Semuanya udah telat. Aku udah hancur, Lang"

"Enggak, kamu belum telat. Ayok kita pulang" ucap Elang sambil menarik tangan gadis itu dan tanpa ada perlawanan.

Malam ini Elang bersyukur karena sahabat yang paling disayanginya sudah dapat dikuasainya. Ia pun memberanikan diri memberi tahu kondisi Sera pada orangtuanya. (f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU