Home  / 
Curhat
Jenggot Ketok Magic
* Arie Stonerlando Hutapea - Perum Sukaseuri, Cikampek - Karawang
Minggu, 29 Oktober 2017 | 16:15:48
Lama gak mengup-date status. Aku muncul lagi dengan display picture baru. Kali ini dengan ray ban pekat. Hitam pekat. Lengkap dengan rambut yang melingkari wajahku. Dulu sih pernah memanjangkan cambang, tapi kawan-kawan pada heran. Apalagi sekarang ditambah jenggot. Ada yang melecehkan aku seperti nyemot... tapi gayaku saat ini kan mengikuti trend seperti di film Thor: Ragnarok. Aku cuma ngekor.

Benar juga, banyak coment mengalir tapi ada yang tak kusuka. Aku dibilang punya jenggot ketok magic. Ah, geramnya aku.

Yang kutahu, ketok magic itu adalah bengkel. Apalagi arti tersebut yang kupahami adalah kemampuan seseorang memperbaiki bodi mobil yang penyok dengan keahliannya menggunakan alat sederhana. Kelebihan bengkel khusus reparasi bodi tersebut adalah kemampuannya memperbaiki dengan apik meski dalam waktu singkat. Beda dengan jenggotku.

Rambut yang berada di ujung dagu tersebut tumbuh dari sononya. Selama ini kubiarkan saja, tapi kali ini aku mau memeliharanya. Tidak seperti binatang di atas, yang berbulu sepenuh tubuhnya. Aku memelihara hanya sekadar model.

Buktinya, aku merasa semakin pe-de. Followersku pun penasaran dengan penampilan baruku tersebut.

Entah kenapa, aku ingin kelihatan lebih tua saja. Bosen... banyak kawanku menduga aku masih belasan tahun. Padahal, sudah  hampir seperempat abad.
Dua puluh lima tahun masih jomblo, kan sangat menyiksa. Apalagi bila malam Minggu tiba, aku seorangan belaka. Sendiriii...sadis ah. Itu sebabnya aku memelihara rambut di bagian wajah agar terkesan sibuk. Kalau sibuk, pikirku, wajarlah belum punya pacar.

Tetapi itulah. Bukannya seperti yang kuinginkan yang hadir tapi lecehan. Hanya saja, ketika menjelaskan aku sibuk, kawan-kawan pada kepo. Minta macam-macam. Karena kubilang sibuk, dipikir mereka aku banyak penghasilan. Selalu saja mereka minta ditraktir. Nagih diajak nonton.

Sekali dikasih, terus diikuti yang lain. Manalah tahan. Aku ini kan anak perantau. Memanajeri gaji yang tak seberapa itu dengan sebaik-baiknya. Karena semakin banyak yang minta macam-macam, aku terpaksa membotaki jenggotku. Kacaunya, kawan-kawan bilang aku frustasi.

Sakiiiiit.... (f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU