Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Cerpen
Mengantar Senja di Tepi Sungai
* karya Hotmarulitua Siagian - Parluasan Balata, Jorlanghataran
Minggu, 17 September 2017 | 23:28:52
Seindah apakah senja yang kau bilang mengendap perlahan-lahan di permukaan sungai, sehingga tampak air yang hijau itu berangsur-angsur tercampuri warna merah kekuningan dan memantulkan cahaya Matahari bundar, lalu koyak karena aliran yang menabrak batuan besar dasar sungai? 
Apakah seindah jatuh cinta seperti yang dirasakan Mardi terhadap sahabatnya, Windi? Rasa suka Mardi justru tidak sama seperti apa yang dirasakan Windi. Soalnya, perempuan manis itu ingin memiliki Dasdo.

Cowok idamannya itu tak hanya tajir tapi pintar. Karena kepedihannya itulah membuatnya membandingkan dirinya yang tidak seberapa dengan Dasdo yang banyak kelebihannya. Akhirnya, daripada terus menanggung sakit, lebih baik mengundurkan diri.

Tiga minggu telah berlalu. Mardi hampir lost contact dengan Windi. Padahal ia akan pindah sekolah.

"Kau udah nggak menganggapku teman yah?" tanya Windi.

"Pernahkah kaulihat jejak kaki yang terhapus ombak? Hilang dan lenyap! Namun, apakah orang yang menjejakkannya juga ikut hilang? Nggak kan?" balas Mardi.
"Kau ngacok tau gak! Ehh, nanti Dasdo ngajak aku ke jalan-jalan ke kebun teh nih!"
Mardi terdiam, namun Windi mengabaikannya.
***
Entah kenapa Mardi tergerak untuk menuliskan sepucuk surat untuk Windi. Selasa, 12 September 2017.

Sebelum ada Dasdo di antara kita, aku ingin mengucapkan terima kasih yah, karena udah sering menghabiskan waktu denganku. Saat itu aku sangat bahagia. Dan terima kasih untuk semua yang pernah ada. Sementara aku pindah sekolah, aku juga akan membawa rasa ini. Sekian ungkapan terbesarku.
Surat yang masih berharap itu terpaksa dititipnya pada ibu Windi karna yang dituju tidak di rumah. Tetapi hatinya jadi bergemuruh karena perpikir Windi sedang pergi bersama Dasdo ke kebun teh.

Dikejarnya ke sana. Dari jauh sudah dilihatnya mobil mewah Dasdo. Ia mengendap-endap tapi yang dicari tak kelihatan.

Tetapi, ketika berada tepat di sisi mobil, diketahuinya Dasdo - Windi ada di dalam. Geramnya bukan main. Mardi langsung memecahkan kaca mobil, yang membuat Windi teriak.

Mardi menarik baju Dasdo. Duel sengit. Mardi menarik Windi pergi dari tempat itu. Dia menancap gas motor dengan sangat kencang. Melampiaskan kekesalannya kepada angin dan tikungan.

"Setan itu kau percayai. Sementara aku yang tulus mencintaimu... kauabaikan begitu saja."

Diantarnya Windi ke rumahnya. Begitu sampai, langsung tancap gas meninggalkan perempuan tersebut.

Windi jadi teringat perjalanan pertemanannya selama dua tahun dengan Mardi. Ia menagis sejadinya.

Keesokan harinya, dia berencana minta maaf kepada Mardi dan mulai menerima rasanya. Namun semuanya sudah terlambat baginya. Mardi tidak kelihatan hari ini.

Senja hari, Windi pergi ke sungai tempat mereka sering menghabiskan senja. Dia mengingat semua kisah mereka berdua. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang tidak asing lagi.

"Pernahkah kau merasakan mencari seseorang yang tidak tersembunyi? Yah,.. aku selalu  mencarimu yang tak pernah bersembunyi!" ujar Mardi yang datang dari belakang.

Dengan sigap, Windi berdiri dan memeluk Mardi. Menangis dipelukannya. Ia membayar penyesalannya dengan hangatnya air mata dalam sebuah pelukan. Mereka pun memadukan hati dan menyimpulkan kepastian rasa.

Mereka pun resmi berpacaran. Namun tidak bisa diundur kalau Mardi sudah pindah sekolah. Akan tetapi cinta tidak akan kalah dengan waktu. Mereka pun berada dalam zona LDR.

Waktu memang tidak dapat kembali, namun ia dapat mengerti. Bahwa senja masih mengendap perlahan-lahan ditepi sungai. (l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jelang Tengah Malam, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Istana
Bertemu 4 GM PLN Sumut, Gubsu Optimis Tol Listrik Sumbagut-Sumsel Selesai Akhir 2017
Kini Ganti Paspor Cukup Bawa e-KTP dan Paspor Lama
Kasus e-KTP, Andi Narogong Disebut Gonta-ganti Mobil hingga 23 Kali
RI Promosi Investasi Danau Toba Senilai Rp 21 Miliar di Inggris
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU