Home  / 
C u r h a t
Bernyanyi untukNya
* Zovai Hiskia Sianturi - Dumai, Riau
Rabu, 13 September 2017 | 12:14:11
Bernyanyi itu harus dengan hati. Ya,  harus dijiwai hingga apa yang ditampilkan terasa feelnya. Bagiku, tekad itu kutambahkan bahwa bernyanyi adalah pengembalaan, demi memuliakanNya.

Sejak masih studi, aku bergabung pada paduan suara. Terus berlanjut hingga menjadi personel choir di kampus. Dengan predikat penyanyi memuliakanNya, aku melangkah teguh ke semua iven, di dalam dan luar negeri.

Suatu kali, ada kompetisi di Tiongkok. Dengan semangat empat lima kami ikut mencari dana. Mulai dari dana pribadi, ngamen dari satu rumah makan ke tempat konsentrasi massa hingga kunjungan ke gereja. Niatnya mendapatkan uang untuk kontribusi keperluan di negeri orang.

Saat kemenangan diperoleh, girang alang-kepalang bahagia. Bohonglah jika mengikuti kompetisi tidak mengejar predikat jawara. Sama halnya ketika timku ikut festival di negeri Tirai Bambu dan berjuang sekuat tenaga untuk naik podium karena berhasil mengumpulkan nilai tinggi.

Ketika ada rencana yang lebih besar, aku bersemangat ikut. Apalagi tujuan kompetisinya di USA. Wah, Amerika Serikat.

Aku pun semakin kuat berlatih dan mencari dana. Siang malam fokus hanya untuk memberi yang terbaik dalam festival global. Selainnya, ya... itu tadi, demi memuliakanNya.

Tetapi, kendala yang dihadapi kali ini, beda. Setelah berjuang sekuat tenaga mengumpulkan dana dan terpenuhi, otoritas imigrasi negeri adidaya tidak mengizinkan kelompok kami masuk ke AS. Memang, sejak dijabat presiden yang baru, ada keputusan ketat yang diterapkan. Negara-negara dengan penduduk berideologi 'berseberangan' warganya tidak boleh masuk.

Tetapi, leader kami bersikukuh dengan upayanya. Setelah pengajuan visa pertama gagal, dicobanya lagi. Tuhan menentukan final, kelompok kami gagal beroleh visa.

Kemudian, untuk menebus 'duka' serta meningkatkan kualitas, ditawarkan ikut The Grand Prix of Nations Riga 2017  yang dirangkai dengan the 3rd European Choir Games serta the Open CompetitionThe Grand Prix of Nations Riga 2017  di Latvia.

Aku kembali berusaha memenuhi target seperti digariskan pimpinan. Sampai-sampai aku meminjam uang dari ragam pihak. Tetapi, entah mengapa, tiba-tiba aku terhentak.

Kenapa dengan alasan memuliakannya aku harus menipu diri sendiri? Aku berdoa terus dan tiba pada kesimpulan, mengundurkan diri. Secepatnya aku bermohon dan menarik kontribusi semula. Uang tersebut langsung kukembalikan pada tempatku mengutang.

Ketika aku hendak berangkat ke Dumai National Choir Festival yang diadakan di Riau, 8 - 10 September, rekanku setim berkeluh kesah (setingkat menyesal)  ikut ke Eropa untuk festival. Aku bersyukur karena semula aku ikut tapi kemudian menarik diri.

Kejadian itu membuatku bertekad, kalau bernyanyi untukNya, jangan disertai ambisi duniawi. (l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Seribuan Pekerja dan Buruh Perkebunan Deklarasi Dukung Jokowi-Ma ruf Amin
Pimpin Jubir Timses Prabowo, Dahnil Anzar Mundur dari PNS
Prabowo Disindir Tak Berprestasi, Gerindra Pamer Capaian Pencak Silat
Presiden Jokowi Direncanakan Hadiri Perayaan Natal Nasional 2018 di Medan
Foto "Habib" Sandiaga Editan, Aslinya Wajah Habib Bahar bin Smith
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU