Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Anak-anak Pengumpul Koin Fransiskus
Sumbangkan Kasih dan Cinta pada Sesama Saat Paskah
Minggu, 16 April 2017 | 21:37:43
SIB/Dok
KOIN FRANSISKUS: Donna Yulietta Br Sitompul Br Siagian SE bersama anak-anak di Gereja St Petrus Kampung Durian Medan dan Edna Veronika Ginting bersama Pembina Misdinar dan Misdinar Gereja Katholik St Petrus Pancurbatu, Deliserdang Dhanu Boy Antonio Sembiring di Gereja Katholik St Petrus Pancurbatu, Deliserdang.
Medan (SIB) -Sejak Rabu, (1/3) hingga Paskah, Minggu, (16/4), umat Katolik memasuki masa penyucian diri. Prosesi yang diawali dengan Misa Rabu Abu dimaknai anak-anak SD Budi Murni 1 Medan sebagai peningkatan cinta kasih pada sesama.

Kepala Sekolah SD Budi Murni 1 Edna Veronika Ginting mengidekan pengumpulan bantuan yang dinamai Koin Fransiskus. "Saya mengobservasi, koin-koin rupiah selalu diabaikan. Daripada terbuang, lebih baik dikumpulkan untuk tujuan positif," paparnya.

Merealisasinya, di satu pojok sekolah dengan Akreditasi A tersebut, disediakan kotak. Siapa saja yang memiliki koin dan ingin berbagi untuk sesama, dipersilakan memasukkan koinnya. Animo anak-anak luar biasa. Bahkan pelajar SMP dan SMA ikut melakukannya. "Nanti, setelah Paskah, akan dibuka dan disumbangkan pada sesama melalui Yayasan Perguruan Katolik (YPK) Don Bosco Keuskupan Agung Medan," ujar Edna Ginting didampingi Ketua YPK Don Bosco Keuskupan Agung Medan Romo Hartoto Budiharja SJ di kompleks sekolah di Jalan Timor Medan tersebut, Rabu, (11/4).

Menurutnya, cara sedemikian dimaksudkan menebalkan iman kekatolikan dan mencintai sesama. "Nilai idealisme dalam bernegara, menghargai koin rupiah dalam pemaksimalan merealisir cinta kasih," tambah Edna Ginting yang jemaat Gereja Katholik St Petrus Pancurbatu, Deliserdang bersama Pembina Misdinar dan MisdinarDhanu Boy Antonio Sembiring

Hal serupa dilakukan warga Gereja Katolik Paroki St Petrus Medan Timur. Kegiatan rutin tersebut digagas Dewan Pastoral Paroki di antaranya Donna Yulietta Sitompul Br Siagian SE. Beda dengan murid SD Budi Murni 1 Medan, di Gereja St Petrus Medan menggalang dana melalui aksi puasa.

"Aksi puasa dilakukan selama 40 hari, tapi siapa pun ingin berbagai untuk sesama, dipersilakan kapan saja. Pemberian bantuan dilakukan setelah Paskah," ujarnya didampingi DPP St Petrus seperti Justom Malau, Septiani Sinaga, Mangatas Alexander Gultom, Altur Manullang sambil mengatakan sesuai ajaran Katolik, yang berpuasa semua orang usia 18 tahun - 60 tahun. "Selama dalam masa itu, mereka yang tidak berpuasa melewati hal-hal berpantang. Hasil dari berpantang dan berpuasa itulah yang disumbangkan " tambah Donna Siagian.

Didampingi Pastor Sebastian Siringoringo OFMCap, Donna Siagian bilang, penyaluran dana aksi puasa diserahkan untuk beasiswa pelajar berprestasi tapi dari keluarga kurang mampu. "Ini sudah dilembagakan. Terima kasih pada donatur. Selain menebalkan iman dan menjalankan ajaran Katolik juga menumbuhkan cinta pada sesama saat Paskah," tegasnya didampingi pengurus PSE St Petrus seperti Mangatas Alexander Gultom dan Justom Malau.

Edna Ginting dan Donna Siagian optimistis dengan cara peduli sesama, otomatis iman individu yang terlibat sebagai tebal. Alasannya, dalam ajaran Katolik dengan penekanan cinta kasih, berbagi adalah bagian dari kewajiban. (R9/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU