Hotel Tapian Nauli
Home  / 
P u i s i
Minggu, 16 April 2017 | 21:36:06
Putih

Tetes air bening menimpa
Menyelimuti mentari
Menutupi pernak-pernik
Cahaya pelangi
Menabur bara api
Menuai badai
Mencari putih salju
Mendapat halus sutera

Anisa W Manurung
SMAN 1 Narumonda


Pelangi

Lengkungmu merentang
Di langit biru
Menghubungkan timur dan barat
Warnamu mempesona
Membuat hati yang duka
Menjadi suka
Kau adalah busur sang pencipta

Zefanya,
SMP BM 1 Medan


Pelangi

Hujan kini telah berlalu
Kulihat di langit yang biru
Suatu yang menakjubkan
Telah menampakkan diri
Pelangi itulah namanya elok rupanya
Membuat langit berwarna
Sungguh indah dipandang mata

Meisya Simanjuntak,
SMP Budi Murni 3 Medan


Bersenandung

Saat angin mengganas
Cahaya tak terlihat
Kelabui setiap jiwa
Bersenandung dengan duka
Bulatan hitam berabu
Teteskan bulir-bulir duka
Berserakan tanpa arah
Dengan guguran perlahan
Seakan perjanjian menjadi saksi
Gemerisik belukar melembam
Dalam dekapan sayap-sayap
Memeluk janji yang manis
Berharap menuai kehangatan

Putri Magdalena Manurung,
SMAN 1 Siantar Narumonda


Pelangi

Nyanyian gerimis bersandingkan sang surya
Kian terdengar sepenuh hati lukiskan melodi
Tak kunjung sinar menepi, dia ikut menari
Nyanyian gerimis bersendu di langit biru ria
Hingga lukisan langit terciprat, namanya pelangi
Hadir membusur ikut menari jua
Tak jemu beradu tari dalam gemuruh angin
Angin tak mengusik sekedar singgah

Merry Gitzu Bre Coroona,
Desa Bunuraya Baru, Tigapanah


Sinar

Laut menari-nari
Dibawah sinar mentari
Hari sudah pagi
Engkau sudah berjalan seorang diri
Kala melihat ke kanan
Kala melihat ke kiri
Untuk mencari arah panah
Yang berbentuk tak berujung
Engkau dibasahi air
Karna matahari yang membara
Engkau abaikan matahari
Walaupun pundak mengering

Tumoiur O Napitupulu,
SMAN 1 Siantar Narumonda


Debu

Butiran kotor yang merusak
Bakteri yang menyusup dalam tubuh
Merusak nafas kehidupan dunia
Menghancurkan paru-paru manusia
Mengapa di dunia ada debu?
Mengapa itu harus ada?

Anggraini Lubis,
SMP Budi Murni -3 Medan


Hitam

Suci bukan salju
Noda hitam alam raya
Hanya bisu dan belenggu
Renungi tabur air suci
Tatap alam raya
Seakan menoleh
Namun tak bisa
Pedih tanpa tusuk pisau
Sesak dan makin desak
Hitam makin bara
Salju rapuh
Tangisi kelana hati salju

Debora Napitupulu,
SMAN 1 Siantar Narumonda


Teman Baikku

Temanku engkau penolongku
Engkau selalu mengajakku bercanda
Engkau selalu mengajakku bermain bersama
Di saat aku terjatuh engkau menolongku
Dan memberikan pertolongan sebagai teman
Terimakasih teman baikku

Hans Christopher Silaen,
SMP Katolik Budi Murni-3 Medan


Sesuci Kalbu

Ia selalu melekat
Dalam pernik bulatan
Tiada lelah berkarya
Demi insan mini makhluk Tuhan
Meski titik menghias datar
Tiada lelah untuk beradu
Kala ia beranjak
Ia tetap siaga
Memberi helaian sesuci kalbu
Serta bingkisan doa sejernih haru
Ia takkan pantang
Menerobos sketsa piluku
Meski altar biru bertaruh

Sri Ningsih Sianipar,
SMAN 1 Siantar Narumonda

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU