Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Curhat
Tak Kan Lari Rezeki Bila Sudah Masanya
* William Alexander Sinaga - Medan
Minggu, 16 April 2017 | 21:35:14
Aku dapat BBM. Isinya: gak jd si Onches ikut seleksinya? Dah d'tggu lho.

Lama aku merenung. Maksudnya menelaah isi chat tersebut. Seleksi? Seleksi apa... kayaknya selama ini gak pernah bicara soal tes atau seleksi. Meski begitu, aku membalasnya.

Kawanku emang selalu memanggilku dengan Oches. Mungkin karena aku masih imoet ya, atau aku masih kecil. Emang masih kecil tapi kalau ukuran besar kecil, kan relatif. Yang penting kan manfaatnya. Jika tubuh besar tapi tidak bermanfaat, untuk apa. Sia-sia. Sebaliknya, jika tubuh mungil tapi memberi manfaat pada lingkungan atau pihak lain, kan lebih baik.

Setelah panjang-panjang ber-BBM-ria baru aku ngeh bahwa hari ini mestinya aku ikut seleksi untuk tujuan kerja. Aku menyesali diri. Kenapa baru buka BBM, kenapa selama ini cuek. Hadeuw.

Tetapi aku merasa tidak salah. Maksudnya, aku tidak dalam posisi konyol. Aku memang pernah minta bantuan informasi tentang kemungkinan lowongan berkarier tapi ketika info tersebut tidak disampaikan langsung padaku, kupikir belum ada. Info untuk seleksi disampaikan sahabatku pada rekan sekumpulanku. Rekan satu sekolah. Juniorku.

Tetapi amanah tersebut ternyata tidak disampaikan padaku. Kawan yang memberi kesempatan padaku justru jadi merasa disepelekan. Soalnya, ya itu tadi... udah diberi info namun tidak dipenuhi.

Kujelaskan padanya, bahwa semua bukan karena kealpaanku tapi karena tidak adanya informasi akurat. Sedikit pun tak ada disampaikan.

Rekanku itu tidak mau peduli. Menurutnya, apa yang sudah disampaikannya dan tidak dipenuhi sebagai indikasi abainya aku padanya. Lebih tepat tidak menghargainya. Aduh, itu benar tetap sungguh-sungguh aku tidak demikian.

Yang paling tidak enak, karena informasi tidak disampaikan padaku, aku dikategorikan sebagai pihak yang disepelekan. Soalnya, seorang senior kok diperlakukan demikian oleh junior.

Atas tudingan itu, aku geram juga. Kupikir, ada benarnya juga. Pesan sudah dititip. Bukan sekali, tapi berulang-ulang namun tidak disampaikan padaku. Peluang besar pun lenyap begitu saja.

Aku jadi keblinger. Ingin kubalaskan kesalku ini sama juniorku. Karena tidak disampaikan pesan, jadi tertunda aku bekerja di tempat yang lebih bagus. Saat hendak kulakukan, aku berpikir sendiri. Pelan-pelan amarahku kutekan.

Setelah kesal hatiku kuendap lama-lama, aku menyimpulkan, mungkin kali ini bukan keberuntunganku. Soalnya kuyakin, bila rezekiku dan milikku maka tak akan lari. (d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penikaman di Finlandia dan Rusia, 2 Orang Tewas 14 Terluka
Balita Tewas “Dikeroyok” 30 Tawon
Trump Pecat Penasihat Senior Steve Bannon yang Kontroversial
Sama-sama Tidak Populer, Putin Dinilai Lebih Baik dari Trump
Kebakaran Besar di Portugal, Ribuan Warga Desa Terperangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU