Home  / 
3 Tahun, Ibu Ini Temani Anaknya Belajar di Dalam Kelas
Minggu, 1 Juli 2018 | 12:23:40
SIB/South China Morning Post/news.sina.com.cn
Dai Jihua terlihat menuliskan sesuatu di buku. Selama tiga tahun, ibu asal Wuhan, China itu mendampingi putranya belajar dengan duduk di dalam kelas.
Wuhan (SIB) -Seorang ibu menjadi sorotan pakar pendidikan di China karena duduk di dalam kelas dan menemani anaknya selama tiga tahun terakhir. Yangtze River Daily via SCMP mewartakan Jumat (22/6), ibu bernama Dai Jihua yang tinggal di Wuhan itu awalnya menerima laporan kalau nilai anaknya di sekolah menurun. Si anak, Xiao Hua, mengaku berprestasi selama di sekolah dasar. Namun, dia mengalami kesulitan ketika sudah menginjak bangku SMP.

"Awalnya saya kira dia masih beradaptasi dengan lingkungannya, hingga gurunya menyarankan saya untuk melihat sendiri," kata Dai. Dia kemudian datang ke sekolah, dan melihat bagaimana putranya belajar. Dia kemudian menyimpulkan perhatian Xiao sering terganggu. 

Dai kemudian mengambil keputusan tidak saja mengantar putranya ke sekolah. Dia juga duduk dalam kelas, dan mengawasi putranya belajar. Dai duduk di depan putranya, dan mencatat apa saja yang diterangkan guru. Total sejak 2015, Dai mengikuti 3.000 pelajaran. Xiao mengaku, awalnya dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran ibunya di dalam kelas. 

Namun, dia menyatakan sejak diawasi, nilainya meningkat. Sekolah pun menyatakan bakal mendukung langkah orangtua murid yang ingin mendampingi anak mereka selama pelajaran berlangsung. Kritik bermunculan atas praktik tersebut. Salah satunya datang dari sebuah kolom yang ada di portal berita Hunan, Rednet.cn. 

Dalam tulisan tersebut, cinta yang diungkapkan oleh Dai kepada Xiao dianggap telah melewati batas dan berlebihan. "Perhatian yang berlebihan itu bakal merenggut hak anak untuk menjadi murid yang bahagia," demikian ulasan dalam portal itu. Adapun guru di Sichuan, Wang Yao, menulis di China Education Daily memberi peringatan pada para orangtua untuk tidak mengikuti langkah Dai. Sebab, apa yang dilakukan Dai berpotensi memberi tekanan berlebihan kepada anaknya agar tidak mendapat nilai jelek. (kps/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Culinary Festival 2018 APP Darma Agung Gali Resep Nusantara
Robby Barus: Polisi Harus Pantau Pergerakan Kelompok Hindari Pergesekan
Tegas Tapi Tetap Humanis
KPU Temukan Eks Napi Korupsi Nyaleg di NTB dan Sumut
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU