Home  / 
Penumpang Menolak Turun, Pilot Penuhi Kabin dengan Asap
Minggu, 1 Juli 2018 | 12:23:17
Kolkata (SIB) -Penumpang pesawat sebuah maskapai yang ada di India dilaporkan turun setelah kabin mereka dipenuhi asap. Diwartakan Newsweek Kamis (21/6), pesawat AirAsia India jurusan Kolkata ke Bagdogra awalnya dijadwalkan berangkat pukul 09.00 waktu setempat. Salah seorang penumpang, Dipankar Ray berujar, setelah penumpang naik, pesawat mengalami keterlambatan selama empat jam.

"Kami duduk saja di pesawat tanpa mendapat makanan maupun minuman," ujar Ray seperti diberitakan Press Trust of India (PTI). Pilot pesawat melalui pengeras suara kemudian memerintahkan seluruh penumpang untuk keluar tanpa disertai penjelasan apapun. Penumpang diberitakan menolak karena saat itu di luar tengah hujan deras. Penolakan itu membuat kapten pesawat menurunkan pendingin ruangan secara ekstrem. "Sangat menyeramkan ketika melihat asap putih tebal keluar dari pendingin, dan membuat penumpang lainnya terbatuk-batuk," tutur Ray. 

Dalam video yang dia rekam, para penumpang berteriak saat asap tersebut memenuhi kabin. Penumpang perempuan mulai muntah, dan penumpang anak menangis. "Ini cara industri penerbangan bekerja di India. Maskapai ini benar-benar menyeramkan. Lebih baik jangan naik," ujar Ray dalam unggahannya di Facebook. 

AirAsia India kemudian langsung mengeluarkan pernyataan yang dilansir media lokal India. Mereka menyatakan penerbangan i5583 terlambat karena masalah teknis. Adapun soal adanya asap karena pilot menurunkan suhu pendingin ruangan, AirAsia menyebut itu kejadian normal ketika menghadapi kelembaban tinggi. 

"AirAsia menyesalkan insiden ini, dan menegaskan bahwa prioritas utama kami adalah keselamatan penumpang," demikian keterangan maskapai itu. Lebih lanjut, NDTV memberitakan maskapai kemudian menawarkan makanan dan minuman serta penerbangan pengganti kepada penumpang. Ray berujar, manajemen maskapai meminta penumpang ke pujasera bandara dan menunjukkan tiket guna mendapat makanan. Namun, pihak pujasera bandara menolak memberi makanan kepada penumpang. "Tidak ada komunikasi dari AirAsia. Kami harus membayar," keluh Ray. (kps/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU