Home  / 
Rumah Duka di Jepang Buka Layanan Drive-Thru
Minggu, 24 Desember 2017 | 14:24:41
Nagano (SIB) -Layanan tanpa turun dari kendaraan atau drive-thru ternyata tak hanya tersedia di restoran cepat saji. Sebuah rumah duka di Jepang juga membangun fasilitas serupa. Terdengar tak lazim memang, tapi inovasi ini dinyatakan mempermudah para pelawat yang hendak melayat.

Rumah duka Aishoden, di kota Ueda, Nagano, Jepang, mulai membuka layanan drive-thru mereka baru-baru ini. Layanan itu memungkinkan pelayat memberikan uang duka cita tanpa harus keluar dari mobil mereka. Pengendara mobil dapat memberikan uang duka cita melalui jendela drive-thru, sekaligus memasukkan nama dan alamat mereka pada perangkat yang disodorkan oleh resepsionis.

Setelah itu, mereka menyerahkan uang duka cita dan dupa sebagai persembahan. Uniknya, wajah pelayat yang menggunakan fasilitas drive-thru akan ditampilkan melalui layar monitor di dalam rumah duka, sehingga para pelayat lainnya dapat melihat siapa saja yang hadir dalam upacara pemakaman. "Fasilitas ini diberikan bagi pelayat yang biasanya tidak memiliki waktu berlama-lama saat menghadiri sebuah upacara pemakaman," kata seorang warga, Kazuhiro Ogura, dikutip dari Japan Today, Minggu (17/12).

Pelayanan drive-thru di rumah duka Aishoden diklaim sebagai yang pertama di Jepang. Fasilitas tersebut sebenarnya ditujukan bagi para manula dan penyandang disabilitas agar semakin mudah saat menghadiri upacara pemakaman. Di samping itu, layanan drive-thru tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh mereka yang sedang terburu-buru agar tetap dapat memberikan penghormatan terakhir kepada kerabat yang meninggal dunia.

Selain layanan drive-thru di rumah duka, sebelumnya di Jepang dilaporkan ada mobil jenazah yang dimodifikasi menjadi amat elegan. Berkantor di Toyama, Jepang, Mitsuoka baru-baru ini meluncurkan mobil jenazah mewah. Dikatakan mewah, karena basis mobil ini adalah kendaraan high-end seperti Toyota Alphard dan Vellfire. Demikian seperti yang dikutip dari Japan Today, September lalu.

Di bagian penumpang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ada tempat menyimpan peti di sisi kanan mobil. Ada sejumlah lampu tambahan yang diempatkan di kiri dan kanan. Di sisi kiri masih tersisa ruang untuk tempat duduk pengantar.

Sementara bagian depannya tidak ada yang berubah. Hanya ada sedikit tambahan pembatas dan kaca di sebelah kiri. Resminya, mobil ini adalah gabungan antara sleeping car dan funeral car. Sleeping car adalah kendaraan yang biasa membawa mayat dari rumah sakit ke rumah duka. Sementara dari rumah duka ke pemakaman, pakai funeral car. Di Jepang, ini adalah dua kendaraan yang berbeda. (liputan6.com/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Terima Kirab Obor Paskah Nasional, Bupati Karo Ajak Tingkatkan Kasih Persaudaraan
Pemkab Langkat Beri Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Brandan
Kejaksaan Dairi Gelar Penyuluhan dan Penerangan Hukum di SMAN 2 Sidikalang
Dandim Tetap Pantau Kegiatan TMMD Imbangan 101 di Agara
KAHMI Langkat Gelar Musda III
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU