Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kasihan... Idap Kondisi Langka, Leher Gadis Ini Miring 90 Derajat
Minggu, 5 November 2017 | 16:40:41
SIB/Caters
Qumbar bersama anak-anak lainnya
Singh (SIB) -Seorang gadis kecil berusia 9 tahun di Pakistan menderita kondisi langka yang membuat lehernya miring hingga 90 derajat. Gadis bernama Afhseen Qumbar itu sama sekali tidak bisa membuat lehernya tegak lurus yang berdampak di kehidupan sehari-harinya.

Akibat kondisinya ini, Qumbar mengalami kesulitan berjalan dan tak bisa duduk dalam waktu lama. Ia juga memerlukan bantuan orang lain walau sekedar untuk makan dan pergi ke toilet. Gadis yang tinggal di Mithi, Provinsi Singh, Pakistan itu diketahui mengalami gangguan otot.

Ayah Qumbar, Allah Jurio (55) dan ibunya, Jameelan (50) mengatakan bahwa mereka telah membawa putrinya ke sejumlah dokter. Namun, sayangnya mereka menyebut tidak ada rumah sakit di Mithi yang bisa mendukung perawatan bagi Qumbar. "Ini sangat menyakitkan melihat putriku seperti ini. Aku sungguh tak bisa melihat ia menderita lagi. Tak satu pun dokter di sini bisa membantunya," ujar Jameela sebagaimana dikuto dari Metro, Minggu (29/10).

Jameela menambahkan, para dokter mengusulkan mereka untuk membawa Qumbar ke Ibu Kota Karachi, sayangnya keterbatasan ekonomi membuatnya tak bisa melakukan hal tersebut. Qumbar sendiri pada dasarnya terlahir dalam kondisi normal.

Sayangnya ketika usianya menginjak 8 bulan, Qumbar sempat jatuh menghantam tanah dan mengalami cidera di bagian leher. Pada awalnya, kondisi Qumbar pascajatuh dianggap tidak berbahaya. Namun, semakin lama dan semakin besar Qumbar kondisi lehernya semakin buruk.

"Seiring bertambahnya usia, ia menjadi semakin parah. Ia tidak bisa menegakkan kepalanya dan sering mengeluhkan rasa sakit di leher. Qumbar tidak bisa melakukan apa-apa dengan dirinya sendiri dan membutuhkan bantuan dalam segala hal. Ia hanya duduk di sudut dan kadang-kadang bermain dengan saudara kandungnya," imbuh Jameela.

Jameela dan suaminya hanyalah pekerja serabutan yang mengurus perkebunan. Sementara putra sulungnya yang berusia 25 tahun yang hanya bekerja di sebuah toko sehingga membuat ekonomi keluarga ini menjadi serba kekurangan.

"Orang mengatakan hal buruk tentang putri kami. Mereka sering menertawakannya. Sungguh menyakitkan. Kita tidak bisa mentoleransi sikap diskriminasi orang-orang itu. Kami ingin dia belajar tapi tidak ada yang akan menerimanya di sekolah. Dokter percaya Qumbar menderita kelainan otot yang jarang atau anomali di tulang belakang tapi perlu pemeriksaan menyeluruh bisa mengungkapkan penyebabnya," tukas ayah Qumbar, Jurio. Jurio mengungkapkan banyak dari tetangganya yang menilai jika kondisi yang dialami putri kesayangannya itu didapatkan sebagai karma atas dosa-dosa yang telah diperbuat. (kps/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Coba Tabrak Petugas, Bandar Narkoba Bertato Ditembak Mati di Medan
Proyek Turap Jalan Cor Beton di Silau Laut Asahan Gunakan Batu Bata Lapuk
Korupsi Alat Tangkap dan Bibit Ikan, 2 Mantan Kadiskanla Madina Ditahan Kejaksaan
Ada Seminar Cara Dapat 4 Istri, PKS: Poligami Bukan untuk Diobral
Gerakan Radikalisme Jadi Atensi Presiden dan Kiyai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU