Home  / 
Diam-diam Poligami, Pria di Pakistan Dipenjara 6 Bulan
Minggu, 5 November 2017 | 16:39:46
Lahore (SIB) -Seorang pria asal Pakistan dijebloskan ke dalam penjara selama enam bulan oleh pengadilan tinggi setempat, setelah dilaporkan tak meminta izin kepada istri pertama untuk berpoligami. Pengadilan di kota Lahore juga mengharuskan Shahzad Saqib (pria yang berpoligami) untuk membayar uang denda
sebesar US$ 1.900 atau setara dengan Rp 25,7 juta. Demikian dilansir dari laman BBC, Kamis (2/11).

Kejadian bermula ketika istri pertama, Ayesha Bibi memenangkan kasus yang ia bawa ke pengadilan. Dalam tuntutannya, wanita itu menyebut menikah untuk kedua kali tanpa persetujuan tertulis dari istri pertama adalah pelanggaran hukum keluarga di Pakistan.

Seorang aktivis di Pakistan telah melakukan program pemberdayaan terhadap perempuan. Mereka dilatih untuk menyampaikan hak-hak yang sepatutnya mereka dapatkan. Dengan hal semacam ini, perempuan dapat memenangkan kasus di pengadilan sama halnya yang dilakukan oleh Ayesha. "Lewat pembelajaran ini, wanita dapat memahami undang-undang yang berlaku sehingga dapat memenangkan kasus di pengadilan apabila terjadi ketidakadilan terhadap dirinya," ujar pihak yayasan tersebut.

Menurutnya, keputusan hakim di pengadilan dapat berdampak baik bagi pemberdayaan perempuan. Di Pakistan, pria yang ingin menikah kembali (poligami) harus mendapatkan persetujuan tertulis dari istri pertama sebelum menikah untuk kedua kalinya. Sejak putusan hakim telah ditentukan, kuasa hukum dari Saqib akan mengajukan banding. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar kliennya terbebas dari tuntutan.(BBC/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Punguan Tumanggor akan Gelar Pesta Bona Taon
ASN Diminta Netral dalam Pilkada Serentak 2018
Polsek Sunggal Amankan Pelaku Cabul
Mengaku Dihipnotis Penumpangnya Seorang Driver Ojek Online Mengadu ke Polisi
Diduga Tak Punya Izin Tambang 4 Alat Berat dan 4 Truk Diamankan Polisi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU