Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Hindari Kena Macet, Pria Jerman Berenang Menuju Kantor
Minggu, 6 Agustus 2017 | 20:30:08
SIB/Benjamin David/Facebook
Benjamin David rela berenang menyusuri sungai menuju kantor demi mengatasi kemacetan
Munich (SIB) -Sebagian besar penglaju atau komuter di Munich, Jerman, menghabiskan waktu berjam-jam terjebak di kemacetan hanya untuk memadati stasiun kereta setiap pagi. Namun, tidak demikian halnya dengan Benjamin David. Ia memiliki cara sendiri untuk mencapai tempat tujuannya.

Setiap hari, pria berusia 40 tahun itu memilih melompat ke Sungai Isar dan berenang sekira 2 kilometer (km) menuju tempat kerjanya di Kulturstrand. Ia pernah menjadi bagian dari para pengguna jalan, tetapi menyerah sejak dua tahun lalu.

Sungai Isar mengalir tepat di dekat apartemennya di Baldeplatz. Meski tidak ada lagi orang yang menggunakan sungai tersebut untuk bepergian, Isar dulu adalah jalur terbaik. Orang-orang biasa menggunakan sampan, perahu, dan pernah menjadi rute populer menuju Roma, Italia, atau Wina, Austria.

Benjamin David setiap hari berenang selama 30 menit menuju tempat kerjanya. Sesampainya di tujuan, ia mengeringkan diri dengan sehelai handuk dan mengganti baju. Benjamin lalu akan menunggu koleganya menembus kemacetan dengan cara menikmati secangkir kopi di kafe terdekat.

Diwartakan Oddity Central, Sabtu (29/7), Benjamin David menemukan cara sempurna menjaga barang bawaannya tetap kering. Ia menggunakan sebuah tas khusus yang tidak hanya kedap air, tetapi juga bisa diisi udara sehingga ketika tertutup rapat dapat digunakan sebagai pelampung.

Tas tersebut diberi nama 'Wickelfisch' dan diproduksi oleh sebuah perusahaan rintisan di Basel, Swiss. Sebagai informasi, berenang menuju tempat kerja sedang menjadi tren di Basel. Tas tersebut mampu memuat laptop, kertas kerja, dan pakaian Benjamin serta menjaganya tetap kering.

Perlengkapannya untuk berenang bergantung sepenuhnya pada musim dan suhu air. Tetapi, ia biasa mengenakan celana pendek atau pakaian renang dan memakai sandal karet. Sama seperti di Indonesia, warga Jerman masih sering melempar berbagai benda ke dalam sungai sehingga kaki David bisa saja terluka karena benda-benda tersebut.

Tentu saja berenang di sungai mengandung risiko. Untuk itu, Benjamin David setiap pagi ia selalu mengecek tinggi permukaan air, temperatur dan kekuatan arus di internet. Jika dianggap aman, ia akan berenang. Sebaliknya jika dirasa berbahaya, Benjamin akan bergabung dengan para komuter lainnya di dalam kemacetan. (okz/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Rooney Cetak Gol ke-200 di Premier League
JK Yakin Target Sponsor Rp1,5 Triliun Asian Games Terpenuhi
PDBI Medan Juara Umum Kejurda Piala Gubsu
PSMS Siap Jaga Marwah Stadion Teladan
Atlet Wushu Sumut Raih Medali Emas di SEA Games 2017 Kuala Lumpur
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU