Home  / 
Uskup Agung Medan Lepas 70 Caleg dari Lintas Partai di Medan
* Caleg Beragama Katolik Harus jadi Perekat Bangsa
Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:34:10
Medan (SIB) -Calon Legislatif yang berasal dari Gereja Katolik harus bisa menjadi perekat bangsa dan tidak boleh jadi sumber masalah dan perpecahan. Hal itu disampaikan Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFM Cap dalam khotbahnya pada pembekalan dan pengutusan para calon legislatif Katolik, Jumat (26/10), di Katolik Center Jalan Mataram Medan.

Hal itu bisa terwujud kalau para caleg yang beragama Katolik memandang bahwa panggilan politik adalah luhur dan mulia dengan melakukan perpolitikan dengan benar dan sepakat setia pada agama dan negara.

Panggilan politik itu mulia karena mengupayakan kepentingan bersama masyarakat "bollum commune" dengan menjadikan panggilan politik sebagai panggilan terhormat dengan melakukan perintah Tuhan.

Karena merupakan panggilan yang luhur dan mulia itulah maka dalam melakukan politik praktis, umat Katolik tidak boleh menjadi bagian dari problem tapi harus menjadi bagian dari solusi. Bukan mengejar kepentingan pribadi, tapi harus mengutamakan kebersamaan.

Uskup pada kesempatan itu menyampaikan bahwa "Surat Pastoral" yang disampaikan menyikapi Pileg dan Pilpres 2019 adalah himbauan semua umat Katolik agar menggunakan hak pilih dan memastikan diri apakah sudah terdaftar sebagai pemilih.

Keuskupan Agung Medan memandang bahwa hak pilih adalah hak dan kekuasaan dimana apabila tidak menggunakan artinya sama saja menyia-nyiakan hak dan kekuasaan diri sendiri. Selain itu juga mengimbau agar hak pilih digunakan dengan bertanggungjawab tanpa money politics dan intimidasi dari siapapun.

Serta sedapat mungkin mencari informasi sebanyak mungkin tentang partai politik dan caleg apakah benar berjuang untuk kepentingan bersama dan umat Katolik harus berperan serta dalam organisasi resmi penyelenggara Pemilu.

Keuskupan Agung Medan juga mendukung kaum awam yang terjun ke dunia politik sepanjang berjuang untuk kepentingan bersama dengan tetap menjaga etika dan moral yang sehat.

Untuk mencapai tujuan itu maka Keuskupan Agung Medan berupaya untuk membantu umat berimaan dalam pendidikan politik dengan senantiasa menjaga kerukunan dan perdamaian lestari dan menjaga keutuhan demokrasi dengan prinsip "pilihan boleh berbeda tapi tidak merusak persaudaraan sejati dan menerima hasil pemilu apapun hasilnya".

Pada acara pembekalan dan perutusan caleg itu Uskup Agung Medan yang digagas oleh Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan yang diketuai Pastor Yosafat Ivo Sinaga OFM Cap agar gereja jangan digunakan jadi tempat kampanye politik dan meminta para caleg berjalan berdampingan dengan Ketua Komisi Kerawam sebagai pastor pendamping para caleg.

Acara pembekalan itu diawali dengan dialog dengan menghadirkan Pembicara  Dr Osbin Samosir SAg MSi dan Pastor Yosafat Ivo Sinaga OFM Cap dan dimoderatori Ketua DPD VOX Point Institut Sumut, Remigo Yolando Berutu dan dihadiri Pengurus Pemuda Katolik (PK) Sumut, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sumut, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sumut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan, Forum Masyarakat Katolik Indonesia  (FMKI) Sumut, Vox Point Institut Sumut serta 68 orang calon legislatif untuk DPD RI DPR RI, DPRD Sumut dan Kabupaten/Kota Sumut.

Osbin Samosir pada acara itu menyampaikan, para caleg Katolik bisa belajar dari para tokoh-tokoh Katolik yang menjadi bagian dari sejarah berdirinya Indonesia dengan menorehkan karyanya seperti IJ Kasimo, Mgr Albertus Soegijapranoto.

Dengan berkaca dari tokoh itu maka para caleg harus menanam kebaikan sejak awal bukan hadiri hanay menjelang pemilu tetapi harus terlibat dalam urusan kemasyarakatan mulai dari urusan ekonomi, politik, birokrasi kenegaraan.

Acara itu ditutup dengan Misa Perutusan yang dipimpin Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinag OFM Cap. (A07/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Sekdaprovsu Buka Sosialisasi E-Formasi Pemprovsu, Sistem Transparan Lindungi Pegawai
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Jaksa Kembalikan Berkas Nur Mahmudi ke Polisi
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
3 Bulan Ditahan KPK, Idrus Marham Pamer Bikin Buku
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU