Home  / 
3 Miliar Dolar Dana Pendidikan untuk Anak Perempuan Diumumkan pada Pertemuan G-7
Rabu, 13 Juni 2018 | 19:39:20
Quebec (SIB) -PM Kanada Justin Trudeau, mengumumkan, Sabtu (9/6) dana senilai hampir $3 miliar dalam bentuk komitmen yang telah digalang untuk membantu mendanai pendidikan bagi anak-anak perempuan dan perempuan sebagai bagian dari kelompok rentan di seluruh dunia.

Kanada akan menyumbang $300 juta untuk kampanye tersebut. Jerman, Jepang, Inggris, dan Bank Dunia adalah beberapa dari para pendukung lainnya.

Perdana menteri mengumumkan kabar ini di hari terakhir pertemuan puncak G-7 yang diselenggarakan di Quebec.

Berbagai kelompok perempuan yang telah bertemu dengan Trudeau di sela-sela pertemuan puncak menyambut kabar dari komitmen terkait dana ini yang melebihi perkiraan dari kelompok-kelompok perempuan ini.

"Dana ini memberikan kaum perempuan di negara-negara berkembang peluang untuk mengejar karier ketimbang terlibat dalam pernikahan dini dan menjadi pekerja anak," ujar pemenang Hadiah Nobel, Malala Yousafzai, yang kepalanya pernah ditembak di Pakistan terkait kampanye yang diluncurkannya tentang hak-hak anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.

Yousafzai, yang saat ini menjadi mahasiswi di Oxford University, mengatakan komitmen pendanaan ini memberikan "kita seluruhnya kesempatan untuk menciptakan dunia yang lebih aman, sehat, dan makmur."

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pemerintah, dana ini akan digunakan untuk membekali anak perempuan dan wanita, termasuk kaum pengungsi, dengan ketrampilan yang dibutuhkan untuk lapangan kerja di masa depan.

David Morley, kepala UNICEF Canada, menyatakan "UNICEF yakin bahwa hak pendidikan bersifat fundamental sama seperti hak untuk mendapatkan makanan atau tempat tinggal, dan membekali anak-anak perempuan dengan ketrampilan yang mereka butuhkan untuk memutus lingkaran krisis dan kemiskinan." (VOA/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pulang dari Turki, Anwar Ibrahim Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendiri Dinas Rahasia dan Mantan PM Korsel Meninggal di Usia 92 Tahun
Larangan Mengemudi Bagi Perempuan Saudi Resmi Dicabut
Pemerintah AS Segera Bentuk Satuan Tugas Reuni Keluarga Migran
Macron Dukung Sanksi Bagi Negara Uni Eropa Penolak Imigran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU