Home  / 
PPDB Semarang Tak Lagi Gunakan Sistem Rayonisasi
Rabu, 13 Juni 2018 | 19:38:32
SEMARANG (SIB) -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memastikan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ajaran 2018/2019 mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 yang mengedepankan sistem zonasi. Artinya, penyelenggaraan PPDB mulai jenjang Taman Kanak Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini PPDB di Kota Semarang tidak lagi menggunakan sistem rayonisasi, namun bakal menggunakan sistem zonasi," ungkap Kepala Disdik Kota Semarang, Bunyamin, Senin (11/6).

Ia menjelaskan, aturan pelaksanaan PPDB Online tahun ajaran 2018/2019 ini sudah ditindaklanjuti melalui penerbitan Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 29 Tahun 2018, Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 422/575 tahun 2018 serta Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Nomor:422.1/4642.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018, penerapan sistem zonasi dipilahm enjadi Zonasi Terdekat 1 dan Zonasi Terdekat 2. Adapun zonasi yang digunakan dalam ketentuan ini merupakan zonasi per kelurahan.

"Untuk Zonasi Terdekat 1 skornya 50 persen, sedangkan untuk Zonasi Terdekat 2 skornya 40 persen," kata Bunyamin, yang dikonfirmasi di Semarang, Senin (11/6).

Terkait pelaksanaan PPDB Online ini, Bunyamin memaparkan, waktunya juga akan dibagi sesuai dengan tiap jenjang pendidikan. Untuk jenjang TK dan SD PPDB Online akan dimulai pada 1 Juli mendatang bersamaan dengan PPDB Online jenjang SMA/ SMK se-Jawa Tengah. Sedangkan, untuk tingkat SMP akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2018 mendatang. Terkait hal ini Dinas Pendidikan Kota Semarang telah menyiapkan sejumlah rumus untuk PPDB tersebut.

Untuk Jenjang SD, rumus yang digunakan adalah Nilai Akhir Peringkat (NAP) = 7 X Usia + Zonasi. Ia menyebut Penerapan rumus ini, akan memberikan hasil akhir yang objektif. Misalnya anak (calon peserta didik) diusia yang sama namun salah satunya berasal dari zonasi 1 memiliki peluang lebih tinggi untuk diterima di satuan pendidikan yang dipilih. Sementara untuk PPDB Online jenjang SMP, rumusnya NAP = Zonasi + 7/6 X Nilai Ujian Sekolah +Prestasi.

Menurut Bunyamin, sistem zonasi ini bertujuan untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga sekaligus menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bermutu bagi siswa. "Penerapan system zonasi ini dapat menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolahnegeri," tambahnya.

Selain itu, sistem ini juga bisa membantuan analisis perhitungan kebutuhan dan distribusi guru, mendorong kredibilitas pendidik dalam pembelajaran dengan kondisi siswa yang heterogen serta memberikan bantuan atau afirmasi yang lebih tepat sasaran, baik dari sisi sarana maupun prasarana.(Rol/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU