Home  / 
Bank Dunia Sebut Kualitas Pendidikan di Indonesia Masih Rendah
Rabu, 13 Juni 2018 | 19:15:53
JAKARTA (SIB) -World Bank atau Bank Dunia menyebut Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor penting dalam menunjang perekonomian Indonesia. Artinya, untuk mendapatkan SDM yang berkualitas, sektor pendidikan menjadi sangat penting.

Country Director of Director of the World Bank Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, sayangnya kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

"15 tahun reformasi pendidikan memberikan hasil yang beragam, dimana perluasan akses pendidikan telah signifikan, tetapi kualitas pendidikan masih rendah," ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/6).

Berdasarkan data, tahun 2002 Indonesia sudah memulai serangkaian reformasi kebijakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Pada saat itu munculah optimisme akan adanya perbaikan SDM di Indonesia.

"Kedua hal tersebut adalah penentu utama pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.

Setelah 15 tahun berlangsung, hasil reformasi menjadi beragam. Jumlah siswa yang bersekolah telah tumbuh secara signifikan, tetapi kualitas pembelajaran siswa tetap berada di bawah tingkat negara-negara lain di kawasan.

Rodrigo mencontohkan, 55% anak usia 15 tahun secara fungsional buta huruf. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam yang kurang lebih tingkat buta hurufnya sekitar 10%.

"Sementara langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi beberapa tantangan tersebut, tindakan lebih lanjut sangat diperlukan," jelasnya.

Rodrigo mengatakan, pemerintah perlu langkah strategis lanjutan untuk mendongkrak SDM melalui sektor pendidikan. Langkah pertama bisa ditempuh dengan melakukan seleksi terhadap tenaga-tenaga pengajar yang ada di Indonesia.

Pemerintah juga perlu melakukan kampanye kualitas pendidikan nasional untuk menciptakan kesadaran publik akan pentingnya pendidikan.

"Melengkapi mekanisme pembiayaan yang ada untuk pendidikan dengan transfer yang targetnya ditetapkan dengan baik dan berbasis kinerja untuk sekolah dan kabupaten yang tertinggal," jelasnya.  (Okz/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU