Home  / 
Senioren Smansa se-Indonesia Gali Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal di Medan
Rabu, 7 Februari 2018 | 19:12:13
SIB/Oki Lenore
GALI SENI BUDAYA: Sejumlah senioren Smansa Medan di antaranya Ny DL Sitorus - Luceria Br Siagian, Dr dr Datten Bangun SPOg, dr Rudolf H Sianturi, Maria Luciana Lumbantobing, Harryson Simatupang, Oclin Siregar dan Wiras Silaban serta Ketua GMNI Medan Maman Kurniawan Silaban SP di Medan, Selasa (23/1) dalam pertemuan berupaya mengali seni budaya berbasis kearifan lokal di Sumut.
Medan (SIB) -Sejumlah senioren dan alumni SMAN 1 (Smansa) Medan menggelar pertemuan untuk penggalian seni budaya berbasis kearifan lokal di Medan. Senioren dimaksud adalah obituren yakni semua personel yang pernah menimba ilmu di sekolah yang berada di Jalan T Cik Di Tiro Medan.

Harryson Siburian mengatakan itu di Medan, Selasa (23/1) seusai pertemuan awal dengan senioren Smansa 1 Medan di antaranya Ny DL Sitorus - Luceria Br Siagian, Dr dr Datten Bangun SPOg yang istri Bupati Simalungun Kol JP Silitonga (alm), dr Rudolf H Sianturi yang mantan Kadis Kesehatan Sibolga, aktivis perempuan Maria Luciana Lumbantobing, Harryson Siburian, penggiat pemberdayaan perempuan untuk penggalian kearifan lokal dan kekayaan keberagaman Oclin Siregar, pakar kecantikan Wiras Siagian serta Ketua GMNI Medan Maman Kurniawan Silaban SP.

Datten Bangun mengatakan, upaya itu dimaksudkan untuk menyatukan potensi Sumut dalam membangun Indonesia. "Sumut ini luar biasa potensinya. Perlu percepatan pengekplorasi ke arah positif. Cara ini diharapkan dapat membuang, minimal menekan pemikiran yang mengotak-ngotakkan apa yang sudah menyatu," ujar tokoh perempuan Sumut yang menamatkan pendidikan Smansa tahun 1962 itu.

Rudolf Sianturi menambahkan, Indonesia sudah final dalam NKRI jadi sangat kontraproduktif bila masih membawa SARA untuk menyudutkan pihak tertentu. "Kearifan lokal tidak mengenal SARA dalam posisi kontraproduktif," tambahnya.

Keinginan tersebut diapresiasi Ny DL Sitorus - Luceria Br Siagian. Perempuan yang menetap di Jakarta itu menyilakan semua pihak yang berbuat positif dalam membangun Sumut menggunakan fasilitas dalam unit usahanya. "Berdoa bersama atau kegiatan seperti penggalian seni budaya berbasis kearifan lokal adalah kegiatan sangat baik, harus didukung," jelas perempuan kelahiran Bah Jambi  dan alumni SMPN 1 Medan tersebut. "Potensi Sumut masih terekam dalam memori saya.. Di tahun 1960-an Medan menjadi satu kiblat seni Tanah Air. Bidang olahraga pun banyak pribadi yang menonjol. Saya kangen dengan suasana itu," tambah putri dari pasangan M Siagian dan Ny Mariati Tambunan tersebut.

Maria Luciana Lumbantobing menambahkan untuk langkah awal dilakukan pertemuan berkala dari senioren yang kemudian ditetapkan pertemuan akbar untuk iven massal. "Sebagai junior, saya  berusaha mengajak rekan kelaurga besar Smansa Medan untuk berbuat lebih maksimal," tutup perempuan yang selalu di posisi MC dalam kegiatan sosial kemasarakatan itu. (R10/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jadi Korban, Romo Prier Maafkan Pelaku Penyerangan Gereja di Sleman
Sejak Dulu Warga Nias Dukung Figur Pelangi
Polisi Usut Pidana di Kasus Ambruknya Kepala Tiang Tol Becakayu
Belum Teken UU MD3, Jokowi Singgung Penurunan Kualitas Demokrasi
Soal Kekerasan ke Pemuka Agama, Jokowi: Polri Harus Tegas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU