Home  / 
Ada Sekolah di Kolong Rumah, DPRD Maros Segera Panggil Dinas
Rabu, 10 Januari 2018 | 21:24:35
SIB/Detikcom
“SEKOLAH KOLONG”: Kondisi sekolah kolong yang ada di Kampung Bara-Barayya, Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu.
Maros (SIB) -Komisi III DPRD Maros, Sulawesi Selatan mengaku prihatin dengan kondisi sekolah kolong yang ada di Kampung Bara-Barayya, Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu. 20-an Siswa belajar di kolong rumah itu.

"Kita prihatin, ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami akan segera memanggil pihak Diknas untuk mencari solusinya," kata Ketua Komisi III DPRD Maros, Andi Rijal Abdullah, Selasa (9/1).

Menurutnya, salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah menempatkan tenaga pengajar yang bisa tinggal di sana. Selain itu, sekolah kolong ini bisa diambil alih oleh Sekolah Negeri sebagai kelas jauh.

"Harus ada tenaga pengajar yang standby di sana. Agar proses belajar siswanya tidak lagi tergantung pada guru yang hadir sekali seminggu saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rijal mengaku, persoalan akses memang menjadi kendala terberat dalam penyaluran bantuan pendidikan ke pelosok, ditambah tenaga pengajar juga sangat terbatas.

"Yah mungkin karena aksesnya yang sulit. Tapi, ini akan menjadi perhatian kita bersama karena persoalan pendidikan memang paling mendasar. Kita berterima kasih ke pihak DDI yang mau buka kelas jauh di sana," ujarnya.

Sebelumnya, 20-an siswa dari kelas jauh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatullah, Kampung Bara-Barayya, Dusun Tanete Bulu, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Maros hanya belajar di bawah kolong rumah.

Di sekolah yang berdiri sudah lima tahun ini, hanya dibimbing oleh dua orang guru. Itupun jarang masuk karena untuk sampai ke sana, hanya bisa diakses dengan berjalan kaki hingga tiga jam dengan medan yang sangat berat.

Bangku sekolah yang dibuat seadanya hanya ada empat buah. Bangku itu sengaja dibuat memanjang agar murid-murid bisa duduk bersama. Terkadang, ada murid yang terpaksa berdiri karena tidak kebagian. Sementara, meja mereka juga dibuat panjang.

Di sini, kita tidak akan melihat wajah pahlawan atau burung garuda terpampang. Pasalnya, kolong ini tidak memiliki dinding, sehingga tidak jarang binatang piaraan warga ikut masuk 'bersekolah' bersama mereka. (Detikcom/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gerak Jalan Beregu dan Jalan Santai Brigade Kartini AMPI Medan
BI dan DPRD Harus Kordinasi Atasi Pengangguran dan Kemiskinan di Medan
KPU Gelar Coklit Serentak Nasional di Hamparanperak
Wagubsu Jenguk Bocah Korban Penganiayaan dari Paluta di RS Adam Malik
Gubsu Tengku Erry Harapkan JCI Medan Bisa Tingkatkan Peran Pemuda
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU