Home  / 
Pesatnya Perkembangan Teknologi Informasi
Pengamat Pendidikan: Keberadaan Guru Tidak akan Tergantikan
Rabu, 10 Januari 2018 | 21:15:39
Medan (SIB) -Pernyataan guru lambat laun bisa punah karena posisinya tergantikan oleh guru virtual yaitu, perkembangan teknologi informasi yang terus menghadirkan tantangan sekaligus ancaman bagi kelangsungan pendidikan anak-anak di Indonesia pada Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan,
Implementasi Gerekan Sekolah Menyenangkan Menuju Sekolah yang Kreatif dan Inovatif di aula SD Labschool Universitas Negeri Semarang pada, Kamis (4/1), dianggap keliru oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumut.

Muliadin Harahap, Ketua IGI Sumut mengatakan, secanggih apapun alat komunikasi yang digunakan, masih peran guru dalam menggali dan mengembangkan kemampuan anak atau siswa.

"Anak tidak bisa dilepas begitu saja dalam mencari dan menggali ilmu pengetahuan, guru mempunyai peran strategis dalam mengembangkan kemampuan siswa. Teknik, metode dan gaya mendidik guru juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi anak serta peningkatan kualitas mereka," katanya kepada SIB di Medan, Senin (8/1).

Dikatakannya, saat ini, selain siswa, guru juga memang dituntut untuk bisa menguasai perkembangan teknologi, sebab mengajar dengan metode ceramah saja tidaklah cukup dan sudah tidak jamannya lagi.

"Gaya mengajar itulah yang harus diubah dan diperbaharui, IGI sendiri juga memiliki tanggung jawab atas hal itu, maka untuk memenuhi kriteria itu, saat ini IGI gencar-gencarnya melatih guru-guru Indonesia untuk menguasai teknik-teknik mengajar dengan menggunakan aplikasi, yaitu pelatihan guru seperti SAGUSANOV (satu guru satu inovasi), SAGUTABI (satu guru trampil berbahasa inggris), SAGUSAKU (satu guru satu buku) dan sagu-sagu lainnya," jelasnya.

Lanjutnya, ada lebih dari 60 kanal pelatihan yang siap ditularkan ke guru-guru seluruh Indonesia dimana kanal-kanal pelatihan tersebut sudah diperkenalkan di hadapan Mendikbud, Dirjen Dikdasmen Kemdikbud, pada 5-7 Januari 2018 kemarin di Gedung A Kemdikbud.

"Artinya, ke depan guru dalam mengajar tidak hanya mengandalkan buku saja sebagai bahan ajarnya namun memakai aplikasi-aplikasi yang mendukung siswa juga dituntut untuk lebih fokus dalam mencari ilmu. Selain yang sudah diajarkan di sekolah, siswa juga dituntut untuk menggali ilmu tadi dari berbagai sumber yang ada di buku lain ataupun dunia maya dan tentunya di bawah kontrol kita selaku orangtuanya," jelasnya.

Ditambahkannya, oleh karenanya, orang tua tidak bisa menyerahkan semua itu kepada guru, karena pendidikan anak itu juga merupakan tanggung jawab orang tua.

Hal senada dikatakan, Fahriza Marta Tanjung, Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), ia mengatakan bahwa guru itu lambat laun juga hampir punah merupakan tesis yang terburu-buru dan prematur.

Dijelaskannya, mengutip data UNESCO, dari tahun 1970 - 2016, rasio antara guru dan siswa di dunia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, rasio antara guru dan siswa mencapai angka 1 : 23, artinya untuk 1 orang guru mengajar 23 orang siswa. Kecenderungan rasio yang terus menurun menunjukkan secara berbanding terbalik bahwa jumlah guru terus meningkat dibanding jumlah siswanya.

"Data rasio guru di dunia ini sebanding dengan rasio guru pendidikan dasar yang ada di Indonesia. Data UNESCO, juga mengungkapkan bahwa mulai dari tahun 1970-2014 ada kecenderungan rasio yang terus menurun. Jika pada medio 1970-an rasio guru dan siswa pernah mencapai 1 : 37 maka pada tahun 2014 sudah mencapai 1 : 16. Artinya, dari tahun ke tahun perbandingan jumlah guru meningkat lebih tajam dibandingkan jumlah siswa. Walaupun jumlah siswa terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk," jelasnya yang juga Sekretaris SeGI Medan.

Sehingga, ia memastikan keberadaan guru tidak akan tergantikan, walaupun teknologi banyak membantu pelaksanaan pembelajaran saat ini.

"Yang mungkin terjadi adalah pergeseran model dan metode pembelajaran. Jika dulu sumber belajar satu-satunya adalah guru maka saat ini sudah banyak sumber belajar termasuk berbagai aplikasi yang ditawarkan vendornya. Jika dulu guru menjadi pemberi informasi tunggal maka saat ini siswa bisa memperoleh informasi dari mana saja dan peran guru tetap diperlukan sebagai verifikator informasi untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Serta mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat dari informasi yang diperoleh siswa di dunia maya," tegasnya.

Lanjutnya, kemudian perubahan lainnya adalah target-target pembelajaran secara kuantitatif menjadi lebih cepat terpenuhi dari sisi waktu. Jadi peran guru tetap ada dan tetap penting dalam pembelajaran.

"Satu hal lagi adalah bahwa pendidikan itu bukan hanya sekedar mencetak siswa yang pintar tetapi lebih jauh dan paling penting adalah membentuk siswa yang berkarakter. Dan untuk membentuk siswa yang berkarakter tidak cukup informasi dari gadget saja, tetapi juga perlu role model dan teladan yang hanya bisa didapatkan dari guru dan orang tua sebagai teladan utamanya," katanya.

Ditambahkannya, walaupun posisi guru tidak akan tergantikan dengan kehadiran teknologi, tetapi menjadi keniscayaan bagi guru untuk terus belajar termasuk menggunakan perangkat teknologi informasi dalam pembelajarannya. Jangan seperti yang terjadi saat ini, banyak guru yang telah memperoleh tunjangan sertifikasi tetapi tidak digunakan untuk peningkatan kualitas guru.

"Yang terlihat saat ini lebih banyak kendaraan pribadi guru yang berjejer di parkiran sekolah sampai tidak muat. Banyak juga guru yang terlihat posting status liburan dibandingkan dulu ketika belum ada tunjangan sertifikasi. Wajar saja jika Presiden Jokowi kecewa dari ratusan triliun dana yang dikucurkan pemerintah untuk tunjangan sertifikasi guru sejak tahun 2007 tapi tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kuallitas guru," tegasnya. (A21/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerintah akan Segera Angkat PTT Tenaga Medis Jadi PNS
Kunjungi Indonesia, Menhan AS akan Bahas Isu Pertahanan
Tuhan Memberi Hidup Supaya Berguna, Almarhum DR GM Panggabean Telah Memberi yang Terbaik Bagi Bangsa dan Negara
Tak Lagi Pakai Warisan Belanda, DPR Segera Rampungkan KUHP
KPK Jadwalkan Periksa Sejumlah Saksi di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU