Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Pelajar di Desa Batu Anam Asahan Tolak Narkoba
Rabu, 8 November 2017 | 23:03:44
Asahan (SIB)- PT Gunung Melayu, salah satu unit bisnis Asian Agri yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, sosialisasi bahaya narkoba pada ratusan pelajar di Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan.

Kampanye 'Say No to Drugs' ini berlangsung di SDN 017139 Desa Batu Anam Kecamatan Rahuning dengan peserta anak-anak desa yang berada di sekitaran perusahaan, yakni Desa Sidomulyo Kecamatan Tinggi Raja dan Desa Gonting Malaha Kecamatan Bandar Pulau, Rabu (1/11).

Turut hadir GM PT Gunung Melayu/PT SSL, Victory Brahmana, Manager PT SSL M Irvan, Kepala BNNK Asahan Baringin Sitompul, Polsek Bandar Pulau, Koramil Bandar Pulau, Kepala Desa Batu Anam, Kepala SDN 017139 Batu Anam, Koordinator CSR Asian Agri Fajar Suryono, Humas Asian Agri Lidia Veronika Ginting dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam arahannya, Victory Brahmana di hadapan para siswa SMP dan SMA mengatakan, peredaran narkoba saat ini sudah memasuki dunia pendidikan dengan sasaran para pelajar (siswa). Program penyuluhan Narkoba yang saat ini dilakukan merupakan salah satu bentuk antisipasi dalam menyikapi permasalahan akhir-akhir ini, karena Narkoba sudah masuk dan bahkan mungkin secara tidak sadar berada di sekitar kita. Korbannya bukan hanya orang tua saja, tetapi yang paling rentan adalah generasi muda.

Sebagai bentuk wujud kepedulian katanya, Asian Agri memfasilitasi penyuluhan bahaya narkoba, yang dikemas dengan berbagai kegiatan, seperti lomba cipta dan baca puisi serta karikatur, dengan tujuan mengajak anak didik terlibat aktif dalam melakukan penolakan terhadap narkoba.

"Bentuk pencegahan ini harus dilakukan secara terus menerus dan berulang ulang, agar narkoba benar-benar jauh dari sekitar kita dan kita tidak boleh kalah oleh bahaya narkoba ini," ucapnya.

Sementara Aiptu Wagiman mewakili Kapolsek Bandar Pulau memaparkan, Narkoba kepanjangan dari narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang, yang dapat menyebabkan pengubahan, penurunan pada tubuh manusia menjadi ketergantungan.

Jenis narkoba yang berbahaya dan menyalahi UU No 35 tahun 2009, di antaranya daun ganja, sabu, heroin, ekstasi, putau dan kokain, yang dapat merusak susunan syarat manusia menjadi eror, khususnya pada mata, gigi keropos, jantung, paru-paru hingga darah yang dapat dengan mudah terserang penyakit.
"Bagi pelajar, prestasi akan menurun yang dapat menyebabkan pemalas. Jangan dekati dan coba-coba konsumsi narkoba," tegasnya.

Kepala BNNK Asahan, Baringin Sitompul menambahkan, narkotika yang beredar di Indonesia ada tiga jenis, yakni alami, sintesis dan semi sintesis, yang sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh kalangan pelajar.

"Jadi jangan coba-coba menyentuhnya, cukup mengenal akan bahayanya narkoba jika dikonsumsi oleh tubuh manusia," ungkapnya.

Baringin Sitompul yang baru tiga bulan bertugas di Asahan menyebutkan, yang ditangani BNN hanya narkotika, dimana penggunanya akan direhabilitasi secara gratis. "Jika ada masyarakat Desa Batu Anam yang ketergantungan narkoba bawa ke kantor BNN, agar kita rehab, gratis," cetusnya.

Kepala BNNK Asahan mengimbau para generasi muda bangsa untuk menjauhi narkoba. "Karena kita tahu, tak ada enaknya mengkonsumsi yang namanya narkoba. Hanya kesengsaraan yang ada bagi kita. Jauhi dan jangan coba-coba mencicipi narkoba," imbaunya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari CSR Asian Agri. (Rel/R5/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Menpar Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Silangit
Takut Ditangkap, Taipan Arab Saudi Pindahkan Harta ke Luar Negeri
Presiden Jokowi Belum Putuskan Robert Pakpahan Jadi Dirjen Pajak
Novanto Tegaskan Dirinya Masih Ketua DPR
Kereta Kencana dari Solo Ikuti Geladi Kirab Kahiyang-Bobby di Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU