Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Adhyaksa: Pelaku Kekerasan di Sekolah Harus Dihukum
* KPAI : Sekolah Harus Jadi Tempat yang Aman
Rabu, 8 November 2017 | 19:54:46
Jakarta (SIB)- Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault angkat suara terkait beredarnya video seorang siswa yang dianiaya secara brutal di sekolah yang kini diselidiki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan di lembaga pendidikan tersebut jelas tidak dibenarkan.

Menurut Adhyaksa, kekerasan yang terjadi terhadap siswa di sekolah sama sekali tak mencerminkan lembaga pendidikan di Indonesia pada umumnya. Sebab, terdapat jutaan sekolah yang memiliki sistem pendidikan dan lingkungan yang lebih baik sehingga tercipta kenyamanan bagi para pelajar.
"Kami tentu sangat kecewa dengan video tersebut, namun ada jutaan sekolah di Indonesia yang lebih kecewa lagi. Karena itu, video tersebut tidak mewakili lembaga pendidikan yang ada di Indonesia," ujar Adhyaksa dalam siaran resmi, Selasa (7/11).

Lebih lanjut, Adhyaksa mengatakan, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dengan menyenangkan dan bukan menakuti anak didiknya. Karena itu, ia menilai kegiatan belajar mengajar pun harus seimbang antara kegiatan di dalam dan di luar kelas.

Kegiatan di luar ruangan penting agar karakter asli siswa terlihat. "Di Gerakan Pramuka contohnya, kita bisa tahu tentang kepekaan lingkungan seorang anak saat membangun tenda, memasak bersama, penjelajahan alam dan lain-lain," kata Adhyaksa.

Adhyaksa menilai, pembinaan dan pemberian hukuman yang adil terhadap oknum pelaku kekerasan di lembaga pendidikan merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan. Sehingga diharapkan kekerasan tak terjadi lagi. Kwarnas Gerakan Pramuka, kata dia, menolak penggunaan kekerasan di segala bidang, apalagi di dunia pendidikan, baik kekerasan fisik, perkataan, hinaan, atau dalam bentuk apa pun.

"Ini merusak kepercayaan diri peserta didik, juga mencoreng lembaga pendidikan yang memiliki misi mulia. Kekerasan itu juga berpotensi dilakukan si korban di tempat lain atau kelak ketika dia dewasa," jelas Adhyaksa.

KPAI: sekolah harus jadi tempat yang aman
Sementara itu, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak didik. Kami harap tidak ada lagi kekerasan di sekolah," ujar Retno di Jakarta, Senin (6/11).

Pernyataan Retno tersebut, terkait video penganiayaan seorang murid oleh guru. Kekerasan diduga terjadi di salah satu SMPN di Pangkal Pinang, Provisi Bangka Belitung dan juga video yang viral yang diduga terjadi di Pontianak (Kalimantan Barat).

Menurut hasil penelusuran Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Pangkal Pinang, kekerasan tersebut memang terjadi di SMPN tersebut oleh salah satu oknum guru, tetapi sudah berakhir damai. Namun kejadian ini tidak terkait dengan video yang viral tersebut.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga sudah menurunkan tim ke Pangkal Pinang terkait kasus kekerasan yang terjadi di salah satu SMPN Pangkal Pinang."

Retno menjelaskan terkait video kekerasan pemukulan siswa di kelas yang viral, ternyata bukan merupakan kejadian di Pangkal Pinang, namun diduga terjadi di tempat lain, diduga di Pontianak.

"Terkait hal ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) dan Kemdikbud akan melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut dan akan bertindak sesuai kewenangan yang diamanatkan oleh perundangan."

KPAI juga telah melakukan koordinasi dengan pihak KPPA dan Kemdikbud untuk menciptakan sekolah yang ramah dan aman bagi anak. (Rol/Ant/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU