Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Kemenperin Gandeng Honda Kembangkan Vokasi Industri di SMK di Sumut
Rabu, 11 Oktober 2017 | 22:55:01
Medan (SIB) - PT Astra Honda Motor (AHM) kembali dipercaya Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengembangkan vokasi industri di SMK. Peluncuran pertama kali di luar pulau Jawa ini dipusatkan di Sumut dengan mengembangkan SMK Pilot Project dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, dan Gubsu Tengku Erry Nuradi. Kegiatan ini diselenggarakan di Kawasan Industri Medan (KIM) Tahap II, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Senin (2/10).

Dalam program ini, Honda kerjasama dengan 6 SMK. Untuk mendukung program belajar mengajar di SMK Pilot Project, Honda memberikan bantuan 6 unit sepeda motor, 6 set Special Tools dan Materi Ajar kepada 6 SMK binaan. Pemberian bantuan tersebut secara simbolis disampaikan General Manager Human Resource Division AHM Lucas Prana Sunarja kepada salah satu kepala SMK. 

Dengan kerjasama ini, Honda dan Kemenperin sudah memiliki 58 SMK Pilot Project berbasis kompetensi teknologi sepeda motor yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat dan Sumut.

Ketua Program Pendidikan Satu Hati Ahmad Muhibbuddin mengatakan upaya meningkatkan kualitas SMK binaan Honda ini tidak hanya dalam bentuk bantuan untuk melengkapi kebutuhan tempat praktik para siswa, namun secara komprehensif juga melakukan penyelarasan kurikulum, penyediaan tempat praktik kerja industri (Prakerin) siswa, dan pengukuran kualitas SMK melalui supervisi dan kontesitas. " Kami akan terus mendukung pemerintah menguatkan kompetensi generasi muda terutama di bidang teknik sepeda motor Honda," ujar Muhibbuddin.

Sementara itu Leo Wijaya, Direktur Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di Sumut mengungkapkan bahwa komitmen kuat mengembangkan pendidikan vokasi membawa Honda kembali dipercaya Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengembangkan vokasi industri di SMK khususnya di Sumut " Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mumpuni, karenanya program link and match dunia industri dan dunia pendidikan ini sangatlah penting guna menghadirkan sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia kerja ", ujar Leo Wijaya.  (R4/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU