Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Menteri Agama Harap "Lima Hari Sekolah" Tak Dipaksakan
Rabu, 9 Agustus 2017 | 18:55:19
Yogyakarta (SIB)- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan kebijakan lima hari sekolah atau full day school tidak dipaksakan diterapkan ke seluruh sekolah.

"Saya berharap mudah-mudahan itu bukan kebijakan yang harus diwajibkan secara merata," kata Lukman seusai meresmikan Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (8/8).

Menurut Lukman, apabila kebijakan itu diwajibkan kepada seluruh lembaga pendidikan, maka banyak pihak yang akan berkeberatan.

"Madrasah diniyah dan ponpes kita, para kiyai, ulama kita akan sangat berkeberatan karena kebijakan itu akan mempengaruhi sistem pendidikan dan pengajaran yang telah dikembangkan di ponpes selama puluhan tahun," kata dia.

Jika kebijakan itu tetap diterapkan, menurut Lukman, sekolah, siswa, dan wali murid harus diberikan keleluasaan untuk memilih apakah bersedia menerapkan program itu atau tidak.

"Saya kira itu akan lebih arif daripada dipaksakan namun kenyataannya mendapatkan resistensi sangat tinggi," kata dia.

Menurut Lukman, pemerintah sebetulnya tidak pernah menekankan lima hari sekolah, melainkan lebih menekankan kepada penguatan pendidikan karakter. "Poinnya bukan pada lima hari sekolah," kata Lukman. (Ant/h)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jalan Pertanian di Sipinggan Sidamanik Butuh Perhatian
Jalan Tertimbun Longsor, 87 KK Warga Rimo Bunga Karo Terisolir
Peringati Hari Juang Kartika ke-72, Kodim 0206 Dairi Gelar Berbagai Kegiatan
RAPBD Karo TA 2018 Rp 1,3 Triliun Defisit Rp 85 Miliar Lebih
Menyambut HJK, Kodim 0108/Agara Bedah Rumah Warga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU