Home  / 
20 Tahun Reformasi
Soeharto; Masa Berkuasa Hingga Jatuh
Minggu, 27 Mei 2018 | 16:21:27
Soeharto berkuasa 32 tahun, dianggap bertanggung jawab atas berbagai kasus pelanggaran HAM. Dalam bidang ekonomi, kebijakannya dinilai hanya menguntungkan kroni-kroninya. Namun dianggap 'berhasil' dengan swasembada beras tahun 1984.

Fundamental ekonomi yang rapuh membuat Indonesia tak bisa menghindar dari krisis ekonomi pada 1997 lalu, dan meminta bantuan kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Tuntutan mundur sudah disuarakan melalui demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah. Namun Soeharto kembali dicalonkan sebagai presiden untuk yang ketujuh kalinya.

Ketika demonstasi mulai meluas dan mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, kekerasan dilakukan untuk meredamnya. Penembakan empat mahasiswa Trisakti terjadi di tengah panasnya situasi politik.

Sehari setelah penembakan mahasiswa Trisakti, kerusuhan bernuansa rasial terjadi di Jakarta dan berbagai kota.

Pusat perbelanjaan dibakar dan perkosaan massal terjadi. Peristiwa itu justru membuat tekanan terhadap Soeharto semakin besar. Setelah berkuasa selama 32 tahun ia pun mengundurkan diri digantikan wakilnya, B.J. Habibie.

Berikut perjalanan Soeharto, dalam rentang waktu interaktif seperti dilansir BBC:


1967-Maret: MENGAWALI ORDE BARU
Soeharto menjadi Presiden Indonesia ke-2, sekaligus mengakhiri masa pemerintahan Orde Lama selama 22 tahun di bawah kepemimpinan Presiden ke-1, Soekarno, dan dimulainya era pemerintahan Orde Baru. Setahun sebelumnya Soeharto dilantik menjadi Panglima Angkatan Darat.
 

1984: SWASEMBADA PANGAN
Indonesia mampu memproduksi 25,8 juta ton beras per tahun, dan mengurangi impor beras. Karena dinilai berhasil melakukan swasembada beras, Suharto mendapat penghargaan dari badan pangan dan pertanian Amerika Serikat, FAO (Food and Agriculture Organization).


Soeharto dan Ibu Tien panen raya hasil produksi padi dengan sistem supra insus. 

1997-Juli: KRISIS MONETER
Nilai mata uang rupiah melemah, membuat banyak perusahaan bangkrut, perbankan pun terkena imbas. Kredit macet membuat bank merugi. Belasan bank dilikuidasi. Masyarakat juga 'menyerbu' bank dan ATM untuk menarik uangnya, karena kepercayaan pada bank turun drastis.

1998-Januari: KESEPAKATAN DENGAN IMF
Langkah Soeharto menerima bantuan IMF tak membuat ekonomi membaik. Nilai tukar rupiah terus turun, sempat menembus Rp 17.000 per dollar.


Soeharto menandatangani surat kesediaan menerima bantuan IMF senilai US$43 miliar disaksikan Direktur IMF Michael Camdessus. (Foto: Getty Images)

1998-12 Mei: TRAGEDI TRISAKTI


Empat mahasiswa tewas ditembak aparat saat berdemonstrasi di sekitar kampus menentang pemerintahan Soeharto. 


1998-14 Mei: KERUSUHAN
Data jumlah korban kerusuhan Mei bervariasi. Data Tim Relawan menyebut 1.190 orang meninggal, sementara data dari polisi, 451 orang meninggal. 


Pada 12-13 Mei 1998 terjadi penjarahan massal dan pembakaran di sejumlah tempat di Jakarta. (Foto: Getty Images)

1998-15/16 Mei: PEMERKOSAAN MASSAL
Suasana Jakarta masih mencekam. Toko-toko banyak tutup. Sebagian warga masih takut keluar rumah. Ita Nadia, relawan kemanusiaan menerima laporan terjadi pemerkosaan massal di beberapa lokasi. 

Seorang anggota Tim Relawan, Ita Martadinata Haryono (18) dibunuh satu minggu sebelum menyampaikan kesaksian di PBB, mengenai pemerkosaan massal di Indonesia. Pelakunya hingga kini tak terungkap.

Dilaporkan lebih dari 150 orang perempuan etnis Cina mengalami perkosaan dan pelecehan seksual.

Banyak Warga Negara Asing kembali ke negara asalnya
Warga asing memadati Bandara Soekarno Hatta untuk kembali ke negeri mereka. Sejumlah penerbangan tertunda, dan suasana Jakarta masih mencekam.

1998-18 Mei: GEDUNG DPR/MPR DIDUDUKI
Mahasiswa terus berdatangan memenuhi gedung wakil rakyat bahkan sampai naik ke atas atap gedung. Mereka menginap dan bertahan di gedung DPR/MPR, dengan satu tuntutan: Soeharto harus turun dari jabatan presiden.


Pimpinan DPR/MPR yang diwakili Harmoko meminta Soeharto untuk mundur. (Foto: Kompas)

1998-21 Mei: MENGUNDURKAN DIRI
Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Merdeka, pukul 09.05 WIB. BJ. Habibie disumpah menjadi Presiden ke-3 RI. 




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU