Home  / 
James Riady
Konglomerat Agresif Indonesia
Minggu, 20 Mei 2018 | 15:51:05
James Riady diketahui merupakan salah satu konglomerat besar di Indonesia. Ia merupakan pemilik dari Lippo Group dan anak dari pendiri Lippo Group. James Tjahaja Riady lahir pada tahun 1957 di Jakarta. Ia merupakan anak dari Mochtar Riady seorang bankir kenamaan asal Indonesia pendiri Lippo Group dan ibunya bernama Suryawati Lidya. Ia merupakan pengusaha keturunan Chinese-Indonesia.

Saat masih anak-anak, James dikirim ayahnya ke Macau untuk sekolah. Ia diajarkan untuk hidup mandiri oleh Mochtar Riady. Setelah empat tahun bersekolah di Macau, James Riady kemudian pindah ke Australia dan kuliah di University of Melbourne.

Di Australia, ia tinggal di sana selama delapan tahun. Setelah menamatkan kuliahnya di University of Melbourne di Australia, Ayahnya kemudian mengirim James Riady ke Amerika untuk terjun ke dunia bisnis di bidang Perbankan pada tahun 1977.

Dalam beberapa artikel mengenai biografi maupun profil James Riady, diketahui bahwa pertama kali ia bekerja di Irving Trust Banking Company saat berusia 18 tahun. Setahun di sana, James Riady muda kemudian pindah ke wilayah Arkansas dan mendirikan sebuah bank bernama Worthen Bank dengan modal $20 juta dollar. Di sinilah ia kemudian berkenalan dengan Jack Steven, sahabat karib ayahnya Mochtar Riady. Jack Steven dikenal sebagai seorang bankir kenamaan asal Arkansas.

James Riady pernah membantu mantan presiden Amerika Jimmy Carter dan Bert Lance dalam menjual saham mereka di National Bank of Georgia. James diketahui berminat membeli saham dari Carter dan Lance. Namun kesepakatan antara James dan Carter itu tak pernah diwujudkan.

Adanya hubungan antara keluarga James Riady dengan Stephens Inc, membuat James kemudian berkenalan dengan Gubernur Arkansas ketika itu Bill Clinton yang kemudian menjadi presiden Amerika Serikat. Pada tahun 1980-an, James Riady dan keluarganya kemudian membuat kesepakatan dengan menandatangani perjanjian lisensi dengan Zenith Electronics untuk memproduksi televisi berwarna dan membangun pabriknya di Jakarta.

Pada tahun 1984, James Riady kemudian ditunjuk sebagai presiden direktur Worthen Bank, selain itu istri Bill Clinton yakni Hillary Clinton juga menjadi pengacara dari bank yang dipimpin oleh James Riady. Hal ini menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara Clinton dan keluarga Riady.

Setelah beberapa tahun, James Riady kemudian pindah ke Los Angeles dan menjalankan cabang dari Lippo Bank di sana. Ayahnya, Mochtar Riady kemudian mengirim orang kepercayaannya yaitu John Huang untuk mengawasi anaknya. Meskipun begitu, perkembangan Lippo Bank di Los Angeles kurang baik terbukti dengan adanya kredit macet serta pelanggaran undang-undang mengenai pencucian uang.

Ketika Bill Clinton menjadi kandidat presiden Amerika Serikat pada tahun 1992, James Riady kemudian menjadi menyumbangkan dana kampanye calon presiden Amerika Serikat tersebut karena kedekatan mereka berdua. Grup Lippo sendiri telah memberikan lebih dari $475.000 sejak tahun 1991 kepada Partai Demokrat sebagai partai pendukung Bill Clinton.

Terpilihnya Bill Clinton sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 1993 menjadi sebuah keuntungan besar bagi James Riady dan Lippo Group. Hubungan dekatnya dengan Clinton dan Partai Demokrat ketika itu membuat James Riady diberikan akses untuk kemudahan berbisnis dan akses ke berbagai pejabat tinggi dan politikus di Amerika Serikat.

Namun pada tahun 2001, James Riady didakwa oleh pengadilan Los Angeles mengenai sumbangan dana ilegal untuk kampanye politik Amerika Serikat, ia kemudian mengaku bersalah dan akhirnya membayar denda sekitar $8,6 juta dollar atas kasus dana kampanye sebagaimana dikutip dari Gatra, 2001.

Hubungan yang dekat dengan beberapa tokoh politik terkenal serta para konglomerat sudah dapat menggambarkan bagaimana agresifnya James Riady dalam mengembangkan kerajaan bisnisnya melalui Lippo Group.

James Riady diketahui merupakan sosok yang sangat agresif dibanding ayahnya Mochtar Riady dalam mengembangkan bisnis dilihat dari banyaknya lobi-lobi tingkat tinggi dan hubungan eratnya dengan beberapa tokoh penting.

James Riady merupakan anggota kehormatan dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Dibawah kendali James Riady, Lippo Group menjelma sebagai kerajaan bisnis dengan cabang yang tersebar luas di mancanegara.

Selain berbisnis, ia juga mendirikan Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan sebagai usahanya di sektor pendidikan. Selain itu ia juga pernah tercatat sebagai ketua di bidang pendanaan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan membuat Lippo sebagai sponsor utama saat pertandingan Bulutangkis di Hongkong.

James Riady menikah dengan Aileen Hambali, dari pernikahannya tersebut, ia kemudian dikaruniai empat orang anak bernama John Riady, Stephanie Riady, Caroline Riady serta Henry Riady. Menurut majalah Forbes, kekayaan James Riady beserta keluarga ditaksir senilai 1,87 miliar dollar US atau sekitar 24,6 triliun rupiah dan masuk dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia. (Biografiku.com/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Melamar Wanita yang Sama, 2 Pria Berkelahi di Tempat Umum
Suami Palsukan Kematian, Istri dan Anak Bunuh Diri
Demi Sembuhkan Anak, Orangtua Beli Pulau Rp 2,2 Miliar
Lumpuh Setelah Jatuh dari Ranjang Saat Bercinta
Demi Balas Budi, Seorang Pria Bangun Vila Rp7 Miliar Buat Anjingnya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU