Home  / 
Trimedya Panjaitan: Hobi Menjelma jadi Butik Verde
Minggu, 29 April 2018 | 14:34:23
SIB/ Horas Pasaribu
CERIA: Pemilik Butik Verde Medan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan dan istri, ceria foto bersama Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Owner Butik Verde Plaza Indonesia Alex Gunawan dan istri, Kepala BPJN II Medan Ir Paul Ames Siahaan MSc, dan Kombes Makmur Ginting, di sela-sela HUT ke 3 Butik Verde, Sabtu (28/ 4) di Grand Aston Hotel, Medan.
Medan (SIB)- Tiga tahun usia Butik Verde Medan dirayakan secara sederhana Sabtu (28/4) di lobi Hotel Grand Aston Medan. Pada kesempatan itu diperkenalkan produk baru yakni batik verde lewat fashion show.

Sejejeran undangan VIP pun hadir, antara lain Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw, Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi, Dirkrimsus Poldasu Kombes Pol Toga Panjaitan, pengusaha dari Singapura Bontor Panjaitan, pengusaha asal Papua Ir Tarianus Panjaitan, pengusaha Jakarta Toga TOP Panjaitan, Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu dan lainnya.

Perayaan yang dihost (dijamu) langsung oleh pemiliknya ini, tak lain adalah Trimedya Panjait an SH MH, yang akrab disapa Trimed dan dikenal luas sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Turut juga hadir owner Butik Verde Plaza Indonesia Jakarta Alex Gunawan. 

Tak dinyana, di balik ketegasan dan keahliannya dalam bidang hukum dan politik yang mengurusi masalah hukum dan keamanan negara ini, ternyata ada sisi "parlente" di diri Trimed dalam hal fashion. 

Sehari-hari pun pria yang berperawakan seperti orang eropa ini bekerja tampak fashionable (rapi dan trendy). Bahkan dalam suatu pertemuan di Jakarta dengan Pemred SIB, GM Immanuel Panggabean (yang berhalangan hadir memenuhi undangan Verde), terungkap bahwa Trimed pun sudah berhasil menjadi trend setter.

Verde dengan kekhasan desain dengan pola motif kini banyak dipakai. Orang pun langsung bisa menebak bahwa desain itu adalah Verde, dan kini sudah banyak pula mengikuti pola desain seperti itu.

HOBI
Mengutip komentar Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, usaha Trimedya Panjaitan ini diawali dari hobi dan ternyata sekarang menjelma menjadi sebua usaha yang besar dan diminati banyak orang. 

"Warga Medan pun bangga dengan kehadiran Butik Verde ini, karena untuk mencari pakaian yang berkualitas tinggi, tidak perlu harus jauh-jauh ke Jakarta, karena sudah ada di Grand Aston Medan," ungkap Eldin yang terlihat mengapresiasi kehadiran Butik Verde ini.

Trimed yang sejak awal masuk kancah politik sejak tahun 1997 melalui Partai PDI Perjuangan, adalah kelahiran Kecamatan Medan Denai pada 6 Juni 1966. Menjadi anggota DPR RI selama 4 periode, dia mulai duduk di senayan sebagai Anggota DPR RI pada tahun 2002 dari Dapil Sumatera Selatan melalui pergantian antar waktu (PAW). Pemilu Legislatif 2004 dia pindah ke Dapil Sumut 2 dan berturut-turut sampai Pileg 2014, Ketua DPP PDIP ini masih bertahan di Senayan.

Dia pun membenarkan usaha Butik Verde ini berawal dari hobi, setelah bertemu Alex Gunawan. Januari 2015 dia membuka Butik Verde di Lantai 1 Grand Aston Hotel Medan. Hobi tersebut kemudian ditekuni bersama isteri sehingga akhirnya menjadi usaha yang berkembang pesat dan menghasilkan profit yang signifikan. Sampai di usia ke 3 tahun, Butik Verde semakin pesat, karena kualitasnya tetap terjaga.

Baju Verde memiliki kualitas internasional yang bermutu tinggi. Bahan tekstilnya diimpor dari Italia, Austria dan Turki. Tiap bulan berisi 150 desain dengan 2 ukuran. Bahannya sangat digemari konsumen karena menyerap keringat. Pakaian ini masih trendy dan disukai pejabat dan para eksekutif, ujar Trimed dengan antusias.

Hal senada juga dikatakan Kapoldasu. Putra Papua berpangkat Jenderal Polisi bintang dua ini ikut "mempromosikan" baju Verde. "Mereknya terkenal, kualitasnya terbaik, maka kami sering menjadikan baju verde ini sebagai kado untuk hari-hari bahagia, sahabat, kerabat maupun rekan sejawat. Penampilan sangat trendy jika memakainya. Tapi mohon dibuat seukuran saya," ucapnya berkelakar.

Sementara pemilik Butik Verde Jakarta, Alex Gunawan mengatakan, Butik Verde pertama dibuka di Plaza Indonesia sudah berusia 10 tahun. Kedua dibuka di Medan dan ketiga ada di Palembang, baru sebulan dibuka. Di Jakarta, baju Verde tetap eksis, pemasarannya masih sangat baik, mengalahkan butik-butik lainnya. Toko-toko lain sudah banyak yang tutup, tapi Verde masih eksis. Hanya 1,5 tahun ada gangguan impor bahan baku berupa sutra dari Cina, terkait kebijakan pemerintah adanya perizinan satu pintu.  (A10/l)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Indonesia Tawarkan 6 Solusi Bantu Palestina Lewat KTT OKI
Singapura Siap Bantu Malaysia Selidiki Skandal Korupsi 1MDB
Anwar Ibrahim Tuntut Pemulihan Nama Baik soal Sodomi
Konsumsi Antibiotik Tingkatkan Risiko Batu Ginjal
Brokoli Sayur yang Wajib Dikonsumsi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU