Home  / 
Kiprah Dokter Terawan, dari Penemu Metode Cuci Otak Hingga Dipecat IDI
Minggu, 8 April 2018 | 12:55:18
SIB/Facebook @Berita Dokter
DR dr Terawan Agus Putranto
Dunia kedokteran dikejutkan dengan beredarnya surat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berisi soal pemecatan sementara Mayjen Dr dr Terawan Agus Putranto karena diduga melakukan pelanggaran etik. Sanksi ini membuat dr Terawan tak boleh membuka praktik kedokteran.

Mungkin bagi publik, nama dr Terawan terdengar asing. Namun, tidak dengan mereka yang berkecimpung di dunia medis maupun para pasien yang pernah ditanganinya. Lalu siapa sebenarnya dr Terawan? 

Mayjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto adalah lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, ia langsung mengabdikan diri menjadi dokter di TNI Angkatan Darat. 

Kemudian pria kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1964 ini memperdalam ilmunya dengan mengambil Spesialis Radiologi di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. 

Merasa belum cukup ilmu, dr Terawan kembali melanjutkan pendidikan dengan menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dan lulus pada 2013.

Namanya mulai dikenal setelah mempraktikkan metode cuci otak untuk menyembuhkan penderita stroke, metode yang sebenarnya sudah dia kembangkan sejak tahun 90-an. Metode yang biasa disebut brain flushing itu juga tertuang dalam desertasinya 'Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Celebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Dalam pengalamannya, pasien bisa sembuh dari stroke selang 4-5 jam pasca-operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan telah diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'.

Pengobatan ala Terawan ini menggunakan teknik sederhana, mirip dengan cara membersihkan saluran gorong-gorong yang tersumbat. Menurutnya, stroke terjadi karena sumbatan darah di otak (Stroke Iskemik), sehingga darah tak mengalir dengan lancar. Sumbatan inilah yang dibersihkan, sehingga pembuluh darah kembali bersih dan bekerja dengan normal. Meski hingga Agustus 2016 metode ini belum dibuktikan secara ilmiah, namun metodenya terbukti berhasil.

Dalam metodenya, dr Terawan menggunakan obat heparin sebagai penghancur plak atau lemak yang menyumbat di pembuluh darah. (kumparan.com/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU