Home  / 
Ma Huateng Pemilik “Kerajaan Game” dari China
Minggu, 1 April 2018 | 12:58:26
Ma Huateng
Ma Huateng baru saja dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia. Kisah suksesnya dimulai saat ia mendirikan perusahaan Tencent Group, perusahaan raksasa teknologi terbesar di China selain Alibaba milik Jack Ma. Dilihat dari usinya, Ma Huateng bisa dikatakan pengusaha muda tersukses bahkan dari nol.

Tencent merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang media sosial dan gaming. Tencent yang didirikan oeh Ma Huateng ini merupakan pemilik aplikasi Wechat yang terkenal dengan pengguna aktif hampir mencapai 1 milyar pengguna.

Selain itu Tencent juga dijuluki sebagai 'Kerajaan Game' karena mereka juga merupakan deleveloper dari game game yang terkenal dan sedang digandrungi di dunia misalnya Mobile Legends, Clash of Clans, Call of Duty dan banyak game terkenal lainnya.

Ma Huateng lahir di provinsi Guangdong, China pada 29 oktober 1971. Biasa dipanggil dengan nama Pony Ma. Ayahnya bernama Ma Chenshu yang bekerja sebagai seorang manager di pelabuhan Shenzhen dan ibunya bernama Huiqing Huang.

Ketika masih remaja, Ma sering menemani ayahnya bekerja di pelabuhan. Setelah lulus sekolah, Ma Huateng masuk di Universitas Shenzhen di tahun 1989 di jurusan ilmu komputer dan lulus pada tahun 1993 dengan gelar Bachelor of Science.

Setelah lulus kuliah, Ma Huateng bekerja di China Motion Telecom Development sebuah perusahaan layanan telekomunikasi. Di tempat kerjanya, tugas Ma adalah mengembangkan perangkat lunak untuk pager. Ia mendapatkan gaji sebesar 176 dolar perbulannya.

Setelah itu, Ma pindah dan bekerja di Shenzhen Runxun Communcations. Disitu ia bekerja di departemen penelitian dan pengembangan untuk layanan panggilan melalui internet. Ma bertemu dengan empat temannya ketika kuliah yakni Chen Yidan, Zhan Zhidong, Xu Chenye dan Zhen Liqing. Bersama keempat temannya itu, Ma Huateng mendirikan Tencent pada november 1998.

Pendirian Tencent ini didukung oleh keluarga Ma Huateng. Diawal pendirian Tencent, Ayahnya membantu Ma dalam hal keuangan dan akunting. Ibunya membantu Ma dalam mendaftarkan perusahaan tersebut dan menjadi Corporat Representativenya, Ma Huateng sendiri bekerja sebagai CEO dari Tencent Group.

Fokus perusahaan Tencent bergerak di bidang teknologi. Produk pertama perusahaan adalah aplikasi pesan instan bernama OICQ (Open ICQ) pada tahun 1999. Aplikasi ini terinspirasi dari aplikasi ICQ milik sebuah perusahaan dari Israel.

Dengan cepat aplikasi yang dikembangkan oleh Ma Huateng bersama keempat temannya menjadi populer. OICQ berhasil mendapatkan 1 juta pengguna di akhir tahun 1999 dan menjadi aplikasi pesan instan terbesar di China.

Di tahun 1998, American Online (AOL) membeli aplikasi ICQ. Perusahaan tersebut kemudian mengajukan tuntutan kepada Tencent yang mengklaim bahwa nama domain QICQ.com dan QICQ.net telah melanggar paten dari ICQ.

Tak lama kemudian Tencent mematikan situs-situs tersebut dan kemudian menghilang. Pada Desember tahun 2000, Ma kemudian mengubah nama aplikasinya menjadi QQ. Setelah gugatan dari AOL, Ma Huateng kemudian mulai memperluas ekspansi bisnis dari Tencent.

Tahun 2003, Ma melalui Tencent merilis sebuah portal online bernama QQ.com dan melakukan ekpansi ke pasar game online. Di tahun 2004, Tencent berhasil menjadi layanan pesan instan terbesar di China. Ia menguasai 74% pasar layanan pesan instan.

Kesuksesan dari Tencent membuat Ma Huateng memutuskan Tencent untuk melantai di bursa saham Hongkong. di IPO (Initial Public Offering) perdana, Tencent berhasil mengumpulkan modal sebanyak 200 juta dolar di bulan Juni. Ini kemudian menjadikan Ma Huateng menjadi salah satu orang terkaya di bidang Industri Telekomunikasi di daratan China.

Di tahun 2004, Tencent mulai masuk dalam bisnis platform game online dan menjual berbagai macam barang virtual yang terdapat dalam platform game mereka. Di tahun 2005, Ma Huateng melalui Tencent meluncurkan paipai.com sebuah market place online yang menjadi pesaing alibaba.com milik Jack Ma.

Tahun 2008, keuntungan dari penjualan barang virtual meningkat. Ma kemudian melisensikan berbagai macam game atas nama Tencent dan mulai membuat game sendiri.

Membuat Aplikasi Instan WeChat
Meniru gaya Microsoft milik Bill Gates, Ma Huateng kemudian membentuk dua tim yang bersaing dalam menciptakan produk baru di tahun 2010. Hasilnya, satu tim berhasil membuat aplikasi pesan instan pada Januari 2011 yang kemudian diberi nama WeChat. Dalam beberapa tahun, WeChat berhasil menjadi aplikasi pesan instan dengan pengguna terbanyak di China dan sudah menjadi aplikasi sehari-hari bagi warga tirai bambu. WeChat juga digunakan oleh hampir separuh pengguna internet di seluruh dunia.

Melihat pasar game yang menjanjikan, Di tahun yang sama, Ma Huateng mulai membeli mayoritas kepemilikan saham di berbagai developer game-game terkenal. Misalnya Riot Games yang mengembangkan League of Legends. ia juga memiliki kepemilikan saham di Epic Games, Kingsoft Network Technology dan kepemilikan di Activision Blizzard yang menaungi game terkenal seperti Call of Duty.

Ma Huateng juga menginvestasikan uangnya sebanyak 448 juta dollar dalam mengembangkan aplikasi mesin pencari di China bernama Sogou.com. Di tahun 2014, Ma Huateng melalui Tencent menginvestasikan 193 juta dollar untuk mengembangkan perusahaan logistik dan marketplacenya melalui China South City Holdings Ltd. Hingga kini Ma Huteng melalui tencent aktif melakukan investasi maupun akusisi perusahaan-perusahaan teknologi maupun startup dan game di China maupun di dunia.

Tencent milik Ma Huateng kini memiliki layanan beragam meliputi portal web, e-commerce, dan game. Selaku pendiri dan CEO Tencent, Ma Huateng berhasil membuat Tencent menjadi perusahaan teknologi terbesar di Asia yang pertama mencapai nilai kapitalisasi sebesar 500 miliar Dolar dan bersaing dengan facebook milik Mark Zuckerberg.

Total kekayaan Ma Huateng sendiri pada awal tahun 2018 mencapai 49.2 miliar Dolar atau sekitar Rp702.8 triliun seperti yang dilansir dari majalah Forbes pada Januari 2018. Jumlah kekayaan Ma Huateng tersebut menjadikan ia sebagai orang terkaya di Asia dan masuk dalam urutan teratas dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Ma bahkan menyumbangkan saham Tencent sebesar 2 miliar kepada yayasan amal. Ia tinggal di China dan memiliki properti mewah di Hongkong. Ma Huateng juga jarang muncul di media. Ia dikenal memiliki gaya hidup yang tertutup. (Biografikan.com/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eramas Gelar Kampanye Dialogis dan Doa Bersama 23 Juni
Seribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Simalungun Bersama Djarot Saiful Hidayat di Perdagangan
FKI 1 Sumut Komit Dukung Paslon Bupati Dairi Nomor Urut 2
Warga Pinggiran Rel Berharap Pada Djoss Ada Pemondokan Layak
BEM se-Jabar Kirim Surat Protes ke Kemendagri Terkait Komjen Iriawan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU