Home  / 
Anggoro Nur Setiawan
Aksi Kolonel Menyelamatkan Aset TNI di Kodam I/BB
Minggu, 11 Maret 2018 | 12:36:34
SIB/Roy Marisi Simorangkir
FOTO BERSAMA KELUARGA: Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Ekonomi Kolonel Arm Anggoro Nur Setiawan SIP MSi bersama keluarga.
Medan (SIB) -Berbekal kehidupan disiplin selama  tumbuh di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), membuat Staf Ahli Pangdam I/Bukit Barisan (BB) Bidang Ekonomi Kolonel Arm Anggoro Nur Setiawan SIP MSi sangat paham akan arti kesetiaan mengabdi pada nusa dan bangsa. Selama menjalankan tugasnya sebagai Waaslog Kasdam XVI/Patimura dan Aslog Kasdam I/BB, cucu dari Letkol Inf BRM Harpono Notokusumo yang pernah berjuang bersama Jenderal Gatot Subroto di Pasukan Siliwangi itu sudah berusaha menyelamatkan lebih dari 10000 aset TNI dan mengembalikan fungsinya.

Kepada SIB di Makodam I/BB, Sabtu (3/3), Anggoro yang lahir di Kediri 10 Juni 1968 itu mengatakan, selain 700-an aset Kodam XVI/Ptm diselamatkan di Ambon, ia juga menyelamatkan lebih dari 600 aset Kodam I/BB yang ada di Sunggal, Widuri Marendal, Cemara, Jamin Ginting, Karya, Kampung Durian, Abdul Hamid, Asrama Hub Jalan  Dodik HM.

"Selain itu, puluhan hektare aset Kodam I/BB baik di wilayah Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjungpinang, Siantar, Asahan, Dairi. Lalu menyusul eks RS Paru di Mencirim Medan dan Asrama Pomdam I/BB. Atas prestasi Kodam I/BB berada di peringkat pertama di atas Kodam Jaya dan Kodam V/Brawijaya, saya mendapat penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) saat itu Jenderal Moeldoko melalui Aslog Kasad, sebagai personil terbaik yang berhasil menyelamatkan ribuan aset TNI yang diduga disalahfungsikan," ujar Anggoro.

Disebutkan putera sulung pasangan (Alm) Kolonel TNI AU (Tek) Soehardi Hadiprayitno dan RR Titi Mariani itu, ia memandang perjuangan personil TNI tiada akhir dalam menjaga bumi pertiwi tanpa pamrih. Berbekal makan beras jatah mulai sejak lahir, personil Armed yang memiliki semboyan "Menembak Pasukan Lawan Tanpa Melihat Sasaran Langsung" itu menegaskan, ia rela dan iklas menjalankan tugas meski sering jauh dari isteri Meri Yulinda serta dua anaknya Victorina Geraldine Anglin Putri dan Richie Akbar Anggoro Putra.

"Personil TNI luar biasa, mengabdikan diri secara tulus dan iklas dengan bermodalkan nama baik, tetap disiplin, tegas, tidak plinplan. Di Kodam I/BB, personilnya disiplin dan menghormati pimpinan, tapi memprihatinkan karena banyak yang belum punya rumah dinas dan itu mempengaruhi ekonomi mereka. Hal itu yang membuat saya bertekad menertibkan penggunaan rumah dinas. Sejumlah pengalaman yang saya alami saat penertiban antara lain demo hingga penghadangan, pelemparan batu, aksi telanjang, dan memukul dengan besi kaca nako hingga cacat di telinga kanan saya. Selain itu, saat penertiban juga diamankan puluhan orang yang terlibat Narkoba," sebutnya.

Berbekal pesan dari ayah untuk terus berbakti sepenuh hati kepada negara, Anggoro juga menjalankan tugasnya menjadi kebanggaan ibunya, yang memberinya ridho untuk meneruskan estafet sebagai generasi ketiga yang menjaga bumi pertiwi. Ridho itu, akunya, disempurnakan dengan isteri yang luar biasa dalam beribadah serta mendidik dan merawat anak-anak. Untuk menggantikan waktu selama menjalankan tugas dinas, Anggoro berusaha setiap kebersamaan dengan keluarganya sangat berkualitas.

"Saat meninggalkan keluarga untuk berdinas di Ambon selama hampir 6 tahun, isteri berpesan untuk menjaga kepercayaan dan kesetiaannya. Alhamdullilah, isteri sangat luar biasa mendidik anak-anak hingga menjadi mandiri dan dewasa. Selain membuat setiap pertemuan lebih berkualitas, saya terus berusaha lebih komunikatif dengan anak dan lebih ketat mengawasi mereka. Lalu, saya menyempurnakannya dengan ibadah. Perbedaannya, di militer saya bisa bersikap otoriter. Tapi di keluarga, saya harus lebih demokrasi," jelasnya.

Usai menamatkan Akabri Tahun 1992, selanjutnya Anggoro mengikuti Diksarcab Armed di Cimahi, Dik Intel Dasar di Bogor, Dik Kontra Intelejen di BIA TNI, Diksar Para di Btujajar, Selapa di  Pusdik Armed, Dik Intel Strat di Bogor, Dik Sus Pa Lit Pers, Dik Sus Fung Intel, Seskoad di Bandung, Sus Dandim di Gado Bangkong Cimahi, serta Dik Suspimjemenhan (Kursus Pimpinan Manajemen Pertahanan) di Kemhan Jakarta.

"Riwayat jabatan dimulai pangkat Letda bertugas di Batalion Yon Armed 15/TRK di Martapura Baturaja mulai dari menjadi Pajau hingga Danrai Armed di Yon Armed 15 Kodam II/SWJ, Pasima Den Inteldam II/SWJ, Kepala Kesekretariatan Pusdik, Kasi Pamop hingga Dansat Dikba Pusdik Armed, Pabandya Kumtaltibprot Spersdam XVI/Patimura di Ambon, Kasi Pers Korem 152/Babullah, Dandim 1505/TDR Kodam XVI/Patimura, Waaslog Kasdam XVI/Patimura, Aslog Kasdam I/BB dan sekarang ini Staf Ahli Pangdam I/BB Bidang Ekonomi. Secara keseluruhan, penertiban aset TNI diakui berhasil, terbukti dari penghargaan Kasad dan mendapat perhatian Presiden Jokowi. Secara kedinasan, Sumut mewakili kebanggaan saya dalam bertugas," tegasnya. (A15/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ratusan Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor Bupati Batubara Tuntut Diangkat Jadi PNS
LSM KLiK : DPRD Tebingtinggi Diminta Panggil Pihak Terkait
Aliansi Mahasiswa Aksi Damai di Polres Asahan Tolak Deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden
10 Tahun Irigasi Gunung Karo Rusak, 600 Ha Persawahan Kekeringan
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU