Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Sosok Moon Jae-in, Keturunan Imigan Korut yang Jadi Presiden Korsel
Minggu, 14 Mei 2017 | 16:19:29
Korea Selatan kini telah memiliki presiden baru. Dia adalah Moon Jae-in, yang menang di ajang pilpres yang digelar, Selasa lalu. Moon memiliki latar belakang yang tergolong sangat sederhana. Orangtuanya merupakan keluarga pengungsi yang berhasil melarikan diri dari rezim Korea Utara.

Mereka kemudian menetap di sebuah pulau kecil bernama Geoje yang berlokasi di tenggara Negeri Ginseng. Politisi berusia 64 itu hidup dalam kemiskinan di masa kecilnya. Namun kondisi itu tidak menghalangi Moon muda untuk menempuh pendidikan hingga tingkat universitas.

Dia berhasil lulus dari Fakultas Hukum Universitas Kyung Hee. Di masa perkuliahan inilah awal perkenalan Moon dengan dunia politik. Dia ikut bergabung dalam gerakan mahasiswa yang menentang kediktatoran Park Chung-hee, ayahanda Park Geun-hye yang digantikannya sebagai presiden.

Perlawanannya terhadap rezim Park mengirimnya ke jeruji penjara. Dia sempat dikeluarkan dari universitas, namun akhirnya diizinkan untuk menyelesaikan kuliahnya. Nama dari suami Kim Jong-suk itu kemudian melesat sebagai seorang Pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka yang disegani.

Di periodenya sebagai pengacara HAM inilah dia bertemu dengan sahabat karibnya Roh Moo-hyun yang kemudian resmi membawanya ke dunia politik Korsel. Awalnya, Moon enggan untuk berkecimpung di ranah perpolitikan. Namun bujukan Roh akhirnya membuatnya menerima posisi sebagai ketua tim kampanye Roh untuk pilpres 2002.

Bahkan Roh menunjuknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan Korsel setelah dia terpilih sebagai presiden. Popularitas Moon mulai melesat, setelah Roh ditemukan meninggal akibat bunuh diri di tahun 2009. Ketika itu, Moonlah yang mengurus pemakamannya.

Publik Korsel terkesan dengan kesetiakawanan luar biasa Moon yang menemani Roh hingga masa akhirnya. Ada pun Roh diinvestigasi atas tuduhan korupsi setelah meninggalkan kursi kepresidenan di tahun 2008. Moon jugalah yang menjadi pengacaranya ketika itu.

Moon dipandang sebagai sosok yang dapat dipercaya dan popularitasnya melesat terutama di kalangan partai berhaluan liberal. Dia maju sebagai capres di tahun 2012, namun kalah tipis dari Park dengan selisih 3.6 persen.

Ayah dua anak ini kemudian menjadi pengkritik keras rezim Park dalam kapasitasnya sebagai anggota parlemen dan Ketua Umum Partai Demokrat. Akhirnya kemarin, rakyat Korsel dengan mutlak memberinya kepercayaan untuk memimpin Korsel keluar dari krisis politik panjang yang mendera sejak pemakzulan Park Geun-hye.

Moon menjadi presiden kedua yang beragama Roma Katolik setelah Kim Dae Jung. Uniknya, Jung pun adalah mantan pengacara HAM terkemuka. Dia juga menjadi presiden pertama yang beraliran liberal, mengakhiri 10 tahun kekuasaan konservatif. Tentu saja, satu hal lain yang tidak kalah menarik adalah Presiden Korsel terakhir yang beraliran liberal adalah mendiang sahabat karibnya Roh Moo-hyun. (Kompas.com/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Forkada Harapkan Dukungan Kemenko Maritim Bangun Nias
Ka KPH XII : PHPL Berdampak Positif Terhadap Peredaran Kayu
Panitia Konferensi PWI Bona Pasogit Audiensi ke Bupati Taput
Mahasiswa Himmah Pertanyakan Pembahasan P-APBD Tahun 2017 dan KUA-PPAS Tahun 2018
Kerusakan Tembok Penahan Badan Jalinsum di Tarutung Belum Juga Diperbaiki, Ancam Keselamatan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU