Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Bukit Tambunan
Waktu Sedikit Bukan Berarti Kerja tak Bisa Jadi “Bukit”
Minggu, 9 April 2017 | 13:52:11
SIB/Helman Tambunan
SERAHKAN PROPOSAL: Belum lama menjabat, Pj Bupati Tapteng Bukit Tambunan sudah menyerahkan proposal pembangunan Bandara dan infrastruktur Kemaritiman Labuan Angin Tapteng untuk menunjang program prioritas Pemerintah RI dalam percepatan pembangunan tol laut.Pada satu kesempatan Februari lalu, Bukit juga menyerahkan proposal tekait kepada anggota DPD RI, Parlindungan Purba, disaksikan para SKPD, Senin (6/2). Dia juga sudah memaparkan proposal sama langsung kepada Presiden Jokowi pada kunker presiden ke Tapteng belum lama ini.
Tidak sedikit orang mengenal Bukit Tambunan. Pria kelahiran 22 Juli 1957 itu kadang dibilang manusia penuh ambisi. Tapi banyak pula yang memahaminya sebagai seorang pekerja keras. Nada bicaranya ceplas ceplos, bahkan mungkin bagi sebagian orang terkesan "sok tahu", tapi memang sebenarnya dia pintar.

Mengawali karir sebagai PNS yang pernah bertugas sebagai staf Ditjen Pembangunan Daerah, Departemen Dalam Negeri (1981), Kasi Analisa dan Penilaian Bappeda Simalungun (1988), Camat di Pematang Bandar Simalungun (1989-1991), Kabag Penyusunan Program Setda Simalungun (1995).

Pernah diangkat sebagai Pj Kepala Bidang Sosbud Bappeda Simalungun, Kepala Bappeda Simalungun (2001), Plh Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan Bappeda Sumut (2006), Staf Ahli Kepala Bappeda Sumut (2006), Kepala Biro Otda Provsu (2007), Kepala Biro Otda dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provsu (2010).

Kepala Kesbangpol dan Linmas Provsu (2010), Kepala Disnakertrans Provsu (2012 sampai sekarang) dan Pejabat Bupati Humbang Hasundutan pada 8 Oktober 2015, serta Pejabat Bupati Tapteng, periode 10 Agustus 2016-10 Agustus 2017. Bukit Tambunan punya perawakan tambun, seperti marganya, Tambun-an.
Berkumis tebal, rambut ikal, sepatu kilat, apalagi pakai jas, penampilannya cukup gagah. "Parlente", istilah orangtua dulu.

Pria yang mengenyam pendidikan Spamen LAN RI Jakarta itu, pantang digertak. Pantang pula diajari, apalagi soal demo.

Pernah beberapa kali didemo LSM, diteriaki, dia bergeming. "Semakin didemo, saya semakin tidak menanggapi. Kenapa rupanya. Bilang sama mereka, saya tidak gentar," kata Bukit.

Kala itu, Bukit Tambunan masih baru beberapa bulan menjabat sebagai Penjabat Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), periode 10 Agustus 2016 - 10 Agustus 2017. Katakanlah dia sudah berpengalaman menghadapi demo, bahkan saat masih Pejabat Bupati Humbang Hasundutan. Tetapi sebagai orang yang belum pernah bertugas di Tapteng, wajar saja memang kalau dia was-was. Apalagi mengingat sejarah panjang Tapteng yang penuh retorika, bahkan sering dikonotasikan dengan istilah "TAk Pernah TENanG", meski sebaliknya juga bisa "TetAP TENanG".

Dalam Pemilu 2005 lalu Kantor KPU Tapteng juga dibakar diduga dilakukan sekelompok orang yang merasa tidak puas atas kinerja KPUD. Memang tipikal masyarakat Tapteng itu keras, namun lembut juga pada situasi yang berbeda.

Namun Bukit Tambunan tidak terlihat ada mimik khawatir. Dia bekerja seadanya. Sebagaimana biasa. Datang pagi, pulang sore, bahkan larut. Penekanan-penekanan terhadap aparatur sipil negara untuk netral dalam Pilkada tidak pernah luput dari perhatiannya. Dia mengaku akan menindak tegas bila ditemukan ada ketidaknetralan PNS.

Di sisi lain, pekerjaan rumah tangga terus didorong jangan sampai terlalaikan. Katanya, meski dengan waktu yang singkat, namun pekerjaan besar juga bisa dilakukan. Yang penting ada kemauan dan bekerja dengan baik.  Membangun perekonomian masyarakat Tapteng melalui program-program jangka pendek juga bisa menjadi pondasi masa depan.

Lantas pada awal datang ke Tapteng, Bukit Tambunan terlihat sudah langsung tancap gas dengan memonitor pelayanan di Bandara Ferdinand Lumban Tobing Pinangsori. Selanjutnya memonitor pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan. Di rumah sakit itu, dia mengeritik  direkturnya akibat ruangan medis, kantor petugas yang kotor dan tidak teratur.

"Bagaimana kita mau menyembuhkan orang sakit kalau kita saja tidak bersih. Kebersihan harus yang pertama di rumah sakit, supaya pasien dan keluarganya senang. Kan ada anggaran kebersihan," katanya saat itu.

Bukit juga meminta pihak rumah sakit untuk mengutamakan pelayanan. Jangan ada lagi pasien yang dipulangkan karena tidak ada uang. Berikan dulu pelayanan, masalah uang belakangan. Jangan pasien sudah kritis, tetapi pihak rumah sakit malah mengurus administrasi. Jangan seperti itu, tegasnya.

Di sisi lain, Bukit Tambunan juga mempercepat pengadaan barang dan jasa. Mungkin juga ini yang tercepat dalam sejarah. Biasanya lelang dilakukan September, bahkan pernah November. Sulit membayangkan bagaimana lagi sistem kerjanya.

Bukit Tambunan, memang jago. Masyarakat Tapteng patut mengapresiasi sistem, pola, dan tata cara kerja yang dibangunnya. Logika awam, kalau pengerjaan proyek berjalan cepat otomatis perputaran perekonomian masyarakat berputar dengan baik. Para pekerja bangunan bisa bekerja, tanpa harus lama menganggur.
Begitu pula perputaran dagang material bangunan. Bisa berputar dengan baik. Pedagang curang yang sesuka hati menaikkan harga pada musim proyek akan dipersempit ruang geraknya. Begitu pula inflasi harga akan stabil karena persediaan barang dan permintaan berjalan normal.

Pada 2017, Tapteng memiliki APBD Rp 1,06 triliun. Sebagaimana disampaikan Kepala Bappeda Pemkab Tapteng, Basyri Nasution, dari anggaran Rp1,06 triliun, sekitar Rp417 miliar akan dimanfaatkan untuk belanja langsung.

Tentu dengan anggaran sebesar itu banyak yang bisa dilakukan. Jika prinsipnya meletakkan pondasi pembangunan untuk masa depan Tapteng, niscaya akan terjadi.

Walaupun masa tugas Bukit relatif singkat tapi tidak berlebihan jika dikatakan pencapaian hasilnya bisa dikatakan sudah "membukit" dan walaupun kelak dia akan mengakhiri jabatannya sebagai Pj Bupati maupun purna bakti, dia telah meninggalkan berbagai konsep untuk pembangunan ke depan yang dapat diteruskan kepala daerah berikutnya.

Memang dia sosok pemimpin yang cekatan juga tegas, tapi dia mengakuinya semua itu sebagai berkat dari Tuhan. Tidak salah jika ada yang bilang dia adalah sebagai special gift from the Almighty for Tapteng.

Horas Tapteng !!! (d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Penikaman di Finlandia dan Rusia, 2 Orang Tewas 14 Terluka
Balita Tewas “Dikeroyok” 30 Tawon
Trump Pecat Penasihat Senior Steve Bannon yang Kontroversial
Sama-sama Tidak Populer, Putin Dinilai Lebih Baik dari Trump
Kebakaran Besar di Portugal, Ribuan Warga Desa Terperangkap
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU