Home  / 
Kombes Pol Reynhad SP Silitonga, Anak Guru Jadi Direktur Ditres Narkoba Poldasu
Minggu, 7 Juni 2015 | 18:05:15
Medan (SIB)- Kebanggaan orangtua adalah saat anaknya berhasil mendapatkan yang terbaik dalam karir maupun kehidupan pribadinya. Dalam kehidupan suku Batak, "Anak hon Hi Do Hamoraon di Ahu" menjadi pemacu semangat orangtua mendidik, merawat dan membesarkan anaknya, sehingga dapat berhasil melebihi karir yang dimiliki orangtuanya.

Pepatah Batak itu sepertinya diperoleh pasangan Alm BM Silitonga dan MD br Pasaribu. Diketahui saat ini, Kombes Pol Drs Reynhad Saut Pandapotan SH MSi yang merupakan putra dari Guru SMP Negeri 7 Medan itu, menjabat sebagai Direktur Ditres Narkoba Poldasu.

Kepada SIB, Jumat, Kombes Pol Reynhard SP Silitonga mengatakan, usai menamatkan pendidikan di SMA Negeri 65 Jakarta, ia mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Akabri pada tahun 1989 bermodalkan disiplin yang selalu diajarkan orangtuanya.

"Cita-cita saya sejak kecil memang ingin mengabdikan diri kepada negara melalui jalur kepolisian. Saya memandang, polisi itu memiliki peran yang dibutuhkan negara. Begitu lulus dari SMA Negeri 65 Jakarta pada 1986, saya mengikuti Akabri 1989," ujarnya.

Suami dari Anna br Siahaan ini menjelaskan, setelah menyelesaikan pendidikan Akabri, ia pertama sekali bertugas di Bandung. Kemudian, Reynhard ditugaskan sebagai Kasat Serse di Polres Cianjur dilanjutkan menjadi Kasat Serse Polres Bogor sebelum mengikuti pendidikan PTIK angkatan 32 dan ditugaskan ke Polda Maluku.

"Kemudian saya menjadi Kapolsek Cilandak Polres Jaksel Polda Metro Jaya, Kapolsek Gambir Jakarta Pusat, Kapolsek Taman Sari. Kemudan saya menjabat Kasubbag Jarlat usai meluluskan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim)," tambah pria kelahiran Medan 8 September 1967.

Ayah dari 3 putra dan 2 putri ini menambahkan, ia juga pernah menjabat sejumlah jabatan strategis seperti Kapolres Tapteng, Wadir Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, serta Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Direktur Ditreskrimum Polda NTB, serta Direktur Ditrekrimsus Polda Lampung.

"Berbagai kasus yang berhasil diungkap antara lain pengungkapan 56 Kg Narkoba jenis sabu dan 500.000 butir pil ekstasi. Selain itu, pengungkapan kasus kerusuhan Suku Agama dan Ras (SARA), saat menjabat Direktur Ditreskrimum Polda NTB, serta pengungkapan sejumlah kasus korupsi kepala dinas di Lampung. Kemudian, saya diberikan Tuhan kesempatan mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Angkatan 23 Tahun 2014," rincinya.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini mengakui, sangat berterima kasih kepada pimpinan Polri yang mempercayainya kembali bertugas di tanah kelahirannya. Sumut merupakan daerah yang kaya dengan keanekaragaman suku, budaya, dan agama.

"Orang yang belum menikmati Sumut ini pasti menganggap, warga Sumut memang keras watak dan perilakunya. Padahal, bila sudah mendalami, orang Sumut sebenarnya lembut meskipun memang sering bertindak tegas," jelasnya.

Reynhard mengakui, Narkoba tidak memandang umur, pekerjaan sebagai korbannya. Diimbau, orangtua supaya lebih memperhatikan perkembangan dan pergaulan anaknya. Dengan begitu, ujarnya, keterlibatan anak dengan Narkoba dapat dicegah lebih dini. Disebutkan, warga dapat lebih sinergi membangun kerjasama dengan polisi, BNN, LSM dan aparat terkait lainnya.

 "Kami membuka diri seluas-luasnya dengan masyarakat, khususnya untuk informasi terkait peredaran dan permasalahan Narkoba. Masyarakat jangan segan ataupun tertutup memberikan informasi kepada polisi, pasti akan kami tindaklanjuti demi pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. (A19/y)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU