Home  / 
Panwaslu Surabaya Tertibkan Spanduk Provokatif Pilkada Jatim
Rabu, 13 Juni 2018 | 19:48:42
SIB/Ant/Prasetia Fauzani
DIALOG PEMUDA BERSAMA EMIL: Calon Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto (kiri) berdialog dengan sejumlah anggota komunitas pemuda di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (10/6). Dialog yang diakhiri dengan buka bersama itu guna menjaring aspirasi generasi muda sekaligus menularkan semangat berwirausaha sejak dini dengan memanfaatkan digital marketing.
Surabaya (SIB) -Panitia Pengawas Pemilu Kota Surabaya menertibkan sejumlah spanduk provokatif berisi tentang ajakan memilih kepada salah satu pasangan calon Pilkada Jatim 2018 dengan kalimat "Tidak Memilih Khofifah-Emil, Khianati Allah SWT dan Rasul-Nya".

"Saya perintahkan Panwascam (panitia pengawas kecamatan) untuk segera menertibkannya," kata Ketua Panwaslu Kota Surabaya Hadi Margo di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, Panwascam telah mencopot spanduk "Tidak Memilih Khofifah-Emil Khianati Allah SWT dan Rasul-Nya". Salah satunya di kawasan Menur pada Senin (11/6). Spanduk tersebut selain terpasang di Menur juga di sejumlah titik seperti kawasan Ngagel dan Jemursari.

Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sebelumnya mengatakan pihaknya menyerahkan semua urusan tersebut kepada pihak-pihak yang terkait yakni kiai dan ulama.

"Karena saya sebagai umat Islam merasa sedih dan malu bila Allah harus dibawa-bawa hanya untuk urusan duniawi (Pilkada Jatim)," kata Whisnu usai menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya Riswanto pada Minggu (10/6). Menurut dia, tidak ada satu ayat pun dalam Al Quran yang mengatur umat Islam untuk memilih salah satu pasangan calon dalam pilkada, termasuk untuk Pilkada Jatim 2018.

"Aturan bagi umat Islam adalah Al Quran dan Hadis," kata Wakil Wali Kota Surabaya ini.

Hal sama juga dikatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia menyesalkan jika agama dibawa-bawa untuk kepentingan politik. Untuk itu, Risma mengimbau penyelenggara pilkada menindak tegas upaya membawa isu politisasi agama.

"Itu bahaya sekali, dampaknya itu, 'aduh' saya tidak bisa membayangkan kalau pakai nama Allah SWT untuk kepentingan sesaat," kata Risma. (Ant/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eramas Gelar Kampanye Dialogis dan Doa Bersama 23 Juni
Seribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Simalungun Bersama Djarot Saiful Hidayat di Perdagangan
FKI 1 Sumut Komit Dukung Paslon Bupati Dairi Nomor Urut 2
Warga Pinggiran Rel Berharap Pada Djoss Ada Pemondokan Layak
BEM se-Jabar Kirim Surat Protes ke Kemendagri Terkait Komjen Iriawan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU