Home  / 
Ketua DPP PDI P Trimedya Panjaitan:
Pasangan Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus Perpaduan Menarik
Selasa, 9 Januari 2018 | 18:53:13
Jakarta (SIB) -PDI- Perjuangan  (PDI-P) memberi perhatian khusus untuk daerah Sumatera Utara (Sumut), karena dari segi geopolitik  daerah itu sangat srategis, potensi ekonomi tinggi, dan pemimpin  daerah itu sebelumnya,  berturut-turut menghadapi masalah  dengan hukum sebelum akhirnya Tengku Erry Nuradi jadi Gubsu.

Karena itu, PDI-P harus memilih dan mengusung Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang dinilai tepat dan diyakini mampu merebut simpati sekitar 10 juta pemilih atau pemegang hak suara di daerah itu pada Pilkada serentak bulan Juni 2018 ini.

Ketua DPP PDI- P Trimedya Panjaitan, SH, MH menyatakan hal itu kepada wartawan "SIB" di Jakarta, Minggu ( 7/2) menanggapi diumumkannya pasangan Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus  sebagai Cagubsu-Cawagubsu dari PDI-P.

" Jika dipertimbangkan dari berbagai segi, pasangan Djarot S.Hidayat- Sihar Sitorus, merupakan perpaduan yang baik dan menarik " kata Trimedya Panjaitan, sambil  menambahkan, PDI-P merasa optimis, Djarot- Sihar akan mampu memenangkan pertarungan dalam Pilkada Sumut.

Dikatakannya, track record Djarot cukup baik, ketika menjabat Kepala Daerah di Blitar, Jateng dan DKI Jakarta. 

Apalagi, untuk memimpin daerah Istimewa DKI Jakarta bukanlah hal yang gampang. Jadi, karena  sudah berpengalaman dan sukses di DKI Jakarta, sangat diyakini akan berhasil pula memimpin Sumut yang terkenal heterogen.

Potensi Sihar Sitorus sebagai Cawagubsu, juga tidak perlu diragukan.  Sebab,  selain ayahnya, almarhum DL Sitorus adalah tokoh masyarakat di Sumut, track record Sihar Sitorus juga cukup punya nilai, antara lain ikut membina klub sepakbola  PSMS Medan dan sangat dekat dengan masyarakat Sumut.

Trimedya mengakui , terkait pemimpin Sumut  sebelum Tengku Erry yang bermasalah dengan hukum sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Makanya, kepercayaan itu harus dipulihkan dengan kehadiran Djarot- Sihar.

Djarot sudah teruji selama 10 tahun sebagai kepala daerah,  sedangkan Sihar, memang masih muda, namun cukup energik sehingga punya potensi.
       
Menurut Trimedya, respon masyarakat yang cukup simpatik dan positif terhadap Djarot, juga merupakan salah satu pertimbangan. 

Melalui, Wa di Media Sosial (Medsos), respon masyarakat sangat baik karena dinilai dan diyakini sosok Djarot yang berasal dari suku Jawa  akan mampu  merebut simpati masyarakat Jawa yang tinggal di daerah Sumut. Sedangkan Sihar menggaet suara masyarakat suku Batak.

Pertimbangan lain, kata Trimedya, adalah  pengalaman Effendi Simbolon yang hanya kalah tipis atas pasangan Gatot P- Tengku Edy Nuradi dalam Pilkada lalu.
 
Ketika  itu, selisih suara hanya sekitar 3 sampai 4 persen. Padahal saat itu, tidak ada kader PDI-P yang menjabat kepala daerah.

Sedangkan saat ini, ada beberapa kepala daerah, seperti  Bupati di Nias dan kawasan Tapanuli. Juga Wakil Walikota Medan.

" Saya yakin, hal ini akan mempengaruhi suara pemilih untuk Djarot- Sihar," ujar Trimedya sembari mengharapkan, paling penting saat ini semua pihak harus segera merapatkan barisan untuk melakukan konsolidasi.

Trimedya, sebagai kader dan anggota DPR RI dari Dapil Sumut 3 akan segera turun ke daerah Sumut untuk konsoldasi pengurus PDI-P, mulai  DPD tingkat I Sumut, tingkat II, Kecamatan, Ranting sampai ke Desa.

Semuanya harus bergerak melakukan aksi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. (J01/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Polsek Kutalimbaru Mediasi Penyelesaian Sengketa Warga Dipicu Sapi Rusak Tanaman Jagung
Masyarakat Ramai Saksikan Pawai Obor Asian Para Games 2018 di Medan
Belajar dari Semangat Ginting
Serangan Tumpul, Chelsea Dipaksa West Ham United Bermain Seri
Ketua LL-Dikti Prof Dian Armanto: Terlalu Jauh Meminta Presiden Turun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU